Jumat, 27 Maret 2015

KONSTITUSI


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas perkenaan-Nya sehingga penulisan makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dengan adanya penyusunan makalah seperti ini, pembaca dapat belajar dengan baik dan benar mengenai KEWARGANEGARAAN, KONSTITUSI UUD 1945
Selama melakukan penulisan makalah ini penulis banyak menghadapi tantangan dan hambatan. Semuanya dapat teratasi berkat bantuan dan dukungan Asisten, orang tua, dan terutama adalah ridho Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut memberikan andil dan membantu penulis hingga selesainya penulisan makalah ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak menampilkan kekurangan. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak untuk perbaikan makalah ini dan menjadi masukan yang sangat berguna dalam penyusunan makalah berikutnya.
Dan akhirnya, semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak dan dapat memberi sumbangsih dalam perkembangan Perilaku Konsumen. Amin

Malang, 13 Maret 2015


                                                                                                                                    Penulis







DAFTAR ISI

KATA PENGHANTAR........................................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................................... ii
1.      PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang.............................................................................................................. 1
1.2  Rumusan Masalah......................................................................................................... 2
1.3  Tujuan........................................................................................................................... 2
2.      TINJAUAN PUSTAKA
2.1   Pengertian Konstitusi................................................................................................... 3
2.2  Macam-macam Konstitusi............................................................................................ 4
2.3  Konstitusi Secara Teoritis............................................................................................. 4
3        PEMBAHASAN
3.1  Konstitusi UUD 1945.................................................................................................. 5
3.1.1 Isi Konstitusi....................................................................................................... 5
3.1.2 Nilai Konstitusi................................................................................................... 5
3.1.3 Syarat Terjadinya Konstitusi............................................................................... 6
3.1.4 Kedudukan Konstitusi UUD.............................................................................. 6
3.1.5 Perubahan Konstitusi/UUD................................................................................ 6
3.1.6 Keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi............................................. 6
3.1.7 Keterkaitan konstitusi dengan UUD................................................................... 6
3.2 Sejarah Konstitusi dan Perkembangan di Indonesia................................................... 7
     3.2.1 Konstitusi RIS 1945............................................................................................ 9
     3.2.2 UUD Sementara................................................................................................. 10
3.3 Perubahan UUD......................................................................................................... 11
     3.3.1 Mengapa Terjadinya Perubahan UUD............................................................... 11
     3.3.2 Dasar pemikiran yang melatarbelakangi dilakukannya perubahan UUD 1945.. 12
     3.3.3 Perubahan UUD 1945 memiliki beberapa tujuan............................................... 12
3.4 Amandemen 1945...................................................................................................... 14
3.5 Isi Konstitusi yang Terkandung dalam UUD 1945................................................... 15
3.6 Klasifikasi Konstitusi (UUD 1945) Negara Republik Indonesia............................... 23
4.      PENUTUP
5.1      Kesimpulan......................................................................................................... 27
5.2      Saran................................................................................................................... 27
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................. 28


B- 1.3
 
TUGAS TERSTRUKTUR MATA KULIAH
DASAR KOMUNIKASI
PENERAPAN TEORI SANDRA BALL-ROKEACH PADA KOMODITAS KENTANG
Description: C:\Users\Vina Julaiha\Downloads\logo-ub.jpg
Disusun Oleh :
Eka Krisdiana Fitri (135040101111211)
Dosen Pengampu : Prof.Dr.Ir Sugiyanto, MS.

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015
Kata Pengantar

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena telah memberi taufiq dan rahmatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Penerapan Teori Sandra Ball-Rokeach pada Komoditas Kentang”. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabat-Nya yang telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang.
Saya berharap semoga buku ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi penulis khususnya, dan segenap pembaca pada umumnya. Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran penulis sangat saya harapkan untuk menuju kesempurnaan buku ini.
 Malang, 25 Maret 2015
 Penyusun
DAFTAR ISI

PENDAHULUAN
1
LATAR BELAKANG
1
TUJUAN
2


BAB I
TEORI SANDRA BALL-ROKEACH
3
*  PENGERTIAN TEORI SANDRA BALL-ROKEACH

3
BAB II       DESKRIPSI KENTANG
6
*  SEJARAH KENTANG
6
*  MORFOLOGI KENTANG
8


BAB III
KANDUNGAN DAN MANFAAT KENTANG
15
*  KANDUNGAN KIMIA PADA KENTANG
15
*  INDIKASI KENTANG
17
*  URAIAN TENTANG PATI
24
*  MANFAAT TANAMAN
25



BAB IV
SYARAT TUMBUH
31
*  IKLIM
31
*  MEDIA TANAM
32
*  KETINGGIAN TEMPAT
33



BAB V
BUDIDAYA TANAMAN KENTANG
34
*  PEMBIBITAN
34
*  PENGOLAHAN MEDIA TANAM
36
*  TEKHNIK PENANAMAN
37
*  PEMELIHARAAN TANAMAN
39
*  HAMA DAN PENYAKIT
42



BAB VI
PANEN DAN PASCA PANEN
52
*  CIRI DAN UMUR PANEN
52
*  CARA PENEN
52
*  PERKIRAAN PRODUKSI
53
*  PASCA PANEN
54



BAB VII
VARIETAS KENTANG
57
*  KENTANG KUNING
57
*  KENTANG PUTIH
61
*  KENTANG MERAH
62
*  KENTANG VARIETAS LAIN
64

BAB VIII
PROSPEK AGRIBISNIS TANAMAN KENTANG
69
*  ASUMSI
69
*  PERHITUNGAN BIAYA
70
*  PENDAPATAN PER PERIODE
73
*  KEUNTUNGAN PER PERIODE
74
*  R / C RASIO
74
*  PAY BACK PERIOD
74

BAB IX    PENUTUP
*  KESIMPULAN
*  SARAN

DAFTAR PUSTAKA
BIOGRAFI PENULIS


77
77


79
80


PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sebagai salah satu negara berkembang, saat ini Indonesia masih menggalakkan upaya dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi rentannya kebutuhan pangan nasional, salah satunya perbandingan pertambahan jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan ketersediaan lahan, karena itu perlu dilakukan antisipasi untuk memenuhi kebutuhan pangan kedepannya.
Melihat pola sebagian besar masyarakat Indonesia yang masih menganut paham “belum makan namanya jika belum nakan nasi”, perlu dilakukan sosialisasi berupa himbauan atau tulisan tentang makanan pokok pengganti beras.
Sebagai salah satu tanaman pangan, kentang mengandung gizi dan karbohidrat yang tinggi, sehingga dapat dikomsumsi sebagai makanan pokok pengganti beras.
Namun pembudidayaan kentang di Indonesia masih kurang, oleh karena itu buku ini akan membahas dan mengupas seluk beluk serta cara pembudidayaan kentang sehingga bisa memaksimalkan manfaatnya baik dari segi kesehatan, ekonomi maupun prospek agribisnisnya sendiri.

Tujuan
1.    Untuk mengetahui klasifikasi tanaman kentang;
2.    Untuk mengetahui manfaat tanaman kentang jika dikomsumsi;
3.    Untuk mengetahui cara pembudidayaan tanaman kentang yang baik;
4.    Untuk mengetahui prospek agribisnis dari tanaman kentang.





BAB I
TEORI SANDRA BALL-ROKEACH

Pengertian Teori Sandra Ball-Rokeach
            TeoriketergantunganMedia(bahasa InggrisDependency Theory) adalah teori tentang komunikasi massa yang menyatakan bahwa semakin seseorang tergantung pada suatu media untuk memenuhi kebutuhannya, maka media tersebut menjadi semakin penting untuk orang itu [1]. Teori ini diperkenalkan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin DeFleur. Mereka memperkenalkan model yang menunjukan hubungan integral tak terpisahkan antara pemirsa, media dan sistem sosial yang besar.
Konsisten dengan teori-teori yang menekankan pada pemirsa sebagai penentu media, model ini memperlihatkan bahwa individu bergantung pada media untuk pemenuhan kebutuhan atau untuk mencapai tujuannya, tetapi mereka tidak bergantung pada banyak media dengan porsi yang sama besar.
Besarnya ketergantungan seseorang pada media ditentukan dari dua hal.
·         Pertama, individu akan condong menggunakan media yang menyediakan kebutuhannya lebih banyak dibandingkan dengan media lain yang hanya sedikit. Sebagai contoh, bila anda menyukai gosip, anda akan membeli tabloid gosip dibandingkan membeli koran Kompas, dimana porsi gosip tentang artis hanya disediakan pada dua kolom di halaman belakang, tetapi orang yang tidak menyukai gosip mungkin tidak tahu bahwa tabloid gosip kesukaan anda, katakanlah acara Cek dan ricek, itu ada, ia pikir cek dan ricek itu hanya acara di televisi, dan orang ini kemungkinan sama sekali tidak peduli berita tentang artis di dua kolom halaman belakang Kompas.
·         Kedua, persentase ketergantungan juga ditentukan oleh stabilitas sosial saat itu. Sebagai contoh, bila negara dalam keadaan tidak stabil, anda akan lebih bergantung/ percaya pada koran untuk mengetahui informasi jumlah korban bentrok fisik antara pihak keamanan dan pengunjuk rasa, sedangkan bila keadaan negara stabil, ketergantungan seseorang akan media bisa turun dan individu akan lebih bergantung pada institusi - institusi negara atau masyarakat untuk informasi. Sebagai contoh di Malaysia dan Singapura dimana penguasa memiliki pengaruh besar atas pendapat rakyatnya, pemberitaan media membosankan karena segala sesuatu tidak bebas untuk digali, dibahas, atau dibesar-besarkan, sehingga masyarakat lebih mempercayai pemerintah sebagai sumber informasi mereka.

BAB II
DESKRIPSI KENTANG

Sejarah Kentang
Kentang atau potato atau irish potatoes sudah lama dikenal dan ditanam di berbagai negara. Menurut literatur, tanaman kentang berasal dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah.
                
Mengenal Kentang Lebih Dalam dan Beragam Manfaatnya 











Gambar 1.1 Kentang
Di Indonesia, kentang pertama kali ditemukan pada tahun 1794 di daerah Cisarua, Cimahi (Bandung). Jenis kentang yang ditanam di Cisarua diduga berasal dari Amerika Serikat, yang dibawa oleh orang-orang Eropa. Varietas kentang yang pertama kali didatangkan ke Indonesia adalah Eigenheimer. Pada tahun 1811 kentang sudah ditanam secara luas di berbagai daerah, terutama di pegunungan (dataran tinggi) Pacet, Lembang, Panggalengan (Jawa Barat), Wonosobo, Tawangmangu (Jawa Tengah), Batu, Tengger (Jawa Timur), Aceh, Tanah Karo, Padang, Bengkulu, Sumatra Selatan, Minahasa, Bali, Flores.
Dalam perkembangan selanjutnya, luas areal tanaman kentang di Indonesia cenderung terus bertambah. Pada tahun 1969 areal kentang nasional seluas 14.770 hektar, tahun 1981 menjadi 30.278 hektar, dan tahun 1991 mencapai 39.620 hektar. Data hasil survei pertanian produksi tanaman sayuran di Indonesia (BPS,1991) menunjukka bahwa areal pertanaman kentang terbesar di 22 provinsi, kecuali provinsi Riau, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Meskipun luas areal dan produksi kentang nasional terus meningkat, rata-rata hasil per hektar masih rendah. Hasil rata-rata per hektar kentang di Indonesia pada tahun 1985 adalah 11,5 ton, kemudian mencapai 12,0 ton (1986), 11,5 ton (1987), 10,7 ton (1988), 13,0 ton (1989), dan 13,3 ton (1991). Potensi hasil kentang pada skala penelitian di Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) ataupun di tingkat petani dengan pemeliharaan intensif dapat mencapai 20 ton/ha – 30 ton/ha.[1]

Morfologi Kentang
Dalam dunia tumbuhan, kentang diklasifikasikan sebagai berikut.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqon4kFIZjxVscqBNpLJhyphenhyphencS1s0SnTnEgu_LwraA-ivmsPPGLd08N-pYEn11XgVVy_CDD5wG7Svp96oss4_bi4BEy5c6JFB7dMj2xT_R5fUPzcXAorInEM4bZ3Hey152iyLjhwWbVWDn_C/s320/Fig-6-Potato-plant.jpg
 








Gambar 1.2 tanaman kentang

Divisi              : Spermatophyta
Subdivisi       : Angiospermae
Kelas              : Dicotyledonae
Ordo               : Tubiflorae
Famili             : Solanaceae
Genus                        : Solanum
Spesies          : Solanum tuberosum L.

Kentang (Solanum tuberosum L) termasuk jenis tanaman sayuran semusim, berumur pendek, dan berbentuk perdu atau semak. Kentang termasuk tanaman semusim karena hanya satu kali berproduksi, setelah itu mati.
Bagian-bagian atau organ-organ penting tanaman kentang adalah sebagai berikut:
1.     Daun
Tanaman kentang umumnya berdaun rimbun dan letak daunnya berselang-seling mengelilingi tanaman. Daun berbentuk oval sampai oval agak bulat dengan ujung meruncing dan tulang-tulang daun menyirip seperti duri ikan. Warna daun hijau muda sampai hijau tua hingga kelabu. Ukuran daun sedang dengan tangkai tidak panjang.
2.     Batang
Batang tanaman kentang berbentuk segi empat atau segi lima, tergantung pada varietasnya. Batang tanaman tidak berkayu, namun agak keras apabila dipijat. Batang kentang umumnya lemah sehingga mudah roboh bila kena angin kencang. Warna batang umumnya hijau tua dengan pigmen ungu.
Batang tanaman bercabang-cabang dan setiap cabang ditumbuhi oleh daun-daun yang rimbun. Permukaan batang halus, pada ruas batang tempat tumbuhnya cabang mengalami penebalan. Diameter batang kecil dengan panjang mancapai 1,2 meter.
3.     Akar
Tanaman kentang memiliki sistem perakaran tunggang dan serabut. Akar tunggang dapat menebus tanah sampai kedalaman 45 cm, sedangkan akar serabutnya umumnya tumbuh menyebar (menjalar) ke samping dan menembus tanah dangkal. Akar tanaman berwarna keputih-putihan, dan halus berukuran sangat kecil. Di antara akar-akar tersebut ada yang akan berubah bentuk dan fungsinya menjadi bakal umbi (stolon), yang selanjutnya akan menjadi umbi kentang.
4.     Bunga
Tanaman kentang ada yang berbunga dan ada yang tidak, tergantung pada varietasnya. Warna bunga bervariasi, yakni kuning atau ungu.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOKKRPIGDoR8B8h-KEySK73D8vqvvHoAqEJ1cJzScuvbVHEnSoVyiGxad5cYcAn5KN2YEW_TOsZiSJbE11Y7PJtpOdXEs0e0N4quIxUVphf5rwyaJ34uP7oEyl-LN_YAIWQ2jRcBmEDSUI/?imgmax=800 






Gambar 1.3 bunga tanaman kentang

Tanaman kentang ada yang berbunga dan ada yang tidak, tergantung pada varietasnya. Warna bunga bervariasi, yakni kuning atau ungu. Kentang varietas dasiree berbunga ungu. Pada varietas cipanas, segunung dan cosima, bunga atau benang sari berwarna kuning, putiknya putih. Pada tanaman kentang yang berbunga, bunga tumbuh dari ketiak daun teratas. Jumlah tandan bunga juga bervariasi sedikit sampai banyak. Kentang varietas cosima memiliki tandan bunga sampai 11 buah, sedangkan varietas cipanas 7 buah. Bunga kentang berjenis kelamin dua. Bunga kentang yang telah mengalami penyerbukan akan menghasilkan buah dan biji-biji. Buah berbentuk buni dan di dalamnya berisi banyak biji.
5.     Umbi
Umbi terbentuk dari cabang sampai di antara akar-akar. Proses pembentukan umbi ditandai dengan terhentinya pertumbuhan memanjang dari rhizome atau stolon yang diikuti pembesaran sehingga rhizome membengkak. Umbi berfungsi menyimpan bahan makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Ukuran, bentuk, dan warna umbi kentang bermacam-macam, tergantung pada varietasnya. Ukuran umbi bervariasi besar dan kecil. Bentuk umbi ada yang bulat, oval, agak bulat (bulat lonjong), dan bulat panjang. Umbi kentang dapat berwarna kuning, putih, dan merah.[2]











BAB III
KANDUNGAN DAN MANFAAT KENTANG

Kandungan Kimia Pada Kentang

Kandungan kimia dari kentang (Solanum tuberosum L.) antara lain : karbohidrat 19 g, pati 15 g, serat pangan 2,2 g. Lemak 0,1 g, protein 2 g, Air 75 g .

Kandungan Gizi Pada Kentang

Kandungan karbohidrat pada kentang mencapai sekitar 18 persen, protein 2,4 persen dan lemak 0,1 persen. Total energi yang diperoleh dari 100 gram kentang adalah sekitar 80 kkal. Dibandingkan beras, kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan energi kentang lebih rendah.
Namun, jika dibandingkan dengan umbi-umbian lain seperti singkong, ubi jalar, dan talas, komposisi gizi kentang masih relatif lebih baik. Kentang merupakan satu-satunya jenis umbi yang kaya vitamin C, kadarnya mencapai 31 miligram per 100 gram bagian kentang yang dapat dimakan.
Umbi-umbian lainnya sangat miskin akan vitamin C. Kebutuhan vitamin C sehari 60 mg, untuk memenuhinya cukup dengan 200 gram kentang. Kadar vitamin lain yang cukup menonjol adalah niasin dan B1 (tiamin). Dengan mengkonsumsi sebuah umbi kentang yang berukuran sedang, sepertiga kebutuhan vitamin C (33 persen) telah tercapai. Demikian juga halnya dengan sebagian besar kebutuhan akan vitamin B dan zat besi. Berikut ini merupakan zat-zat yang terkandung di dalam umbi kentang.

Tabel 1. Kandungan Gizi kentang per 100 g
Kandungan
Gizi
Jumlah
Energi
83,00
Kal
Protein
2,00
G
Lemak
0,10
G
Karbohidrat
19,10
G
Kalsium
11,00
Mg
Fosfor
56,00
Mg
Serat
0,30
G
Besi
0,70
Mg
Vitamin A
0,00
RE
Vitamin B1
0,09
Mg
Vitamin B2
0,03
Mg
Vitamin C
16,00
Mg
Niacin
1,40
Mg
Sumber : Dra. Emma S. Wirakusumah, M.Sc., 2001 (Buah dan Sayur untuk Terapi)

Dari tabel di atas sangat jelas terlihat bahwa kentang memiliki banyak kandungan zat dan vitamin. Diantara kandungan tersebut antara lain : Protein, Lemak, Karbohidrat, Kalsium, Kalsium, Fosfor, Serat, Besi, Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin C dan Niacin.
Kentang memiliki banyak kandungan zat dan vitamin.

Indikasi Kentang

1.   Menambah berat badan.

Kentang kaya akan karbohidrat dan sedikit protein. Sangat sesuai untuk mereka yang kurus dan ingin menambah bobot tubuh

2.   Pencernaan.

Karena kaya akan karbohidrat, maka kentang juga mudah dicerna tubuh. Makanya kentang sering digunakan sebagai makanan bagi pasien, bayi dan mereka yang sulit mencerna tapi memerlukan energi

3.   Kesehatan kulit.

Vitamin C dan B kompleks serta mineral seperti potassium, magnesium, fosfor dan seng sangat baik untuk kulit. Dan semuanya ada di kentang. Secara tradisional kentang juga sering digunakan untuk menghilangkan jerawat atau noda diwajah.


4.   Rematik.

Vitamin, kalsium dan magnesium pada kentang dapat membantu mengurangi rematik.

5.   Peradangan.

Kentang sangat efektif untuk penanganan radang, baik internal maupun eksternal karena sarat akan vitamin C, potassium dan vitamin B6 .

6.   Baik bagi penderita batu ginjal

Kentang memang mengandung zat besi dan kalsium yang juga membantu pembentukan batu ginjal. Namun, kentang sangat kaya akan magnesium yang dapat menolak akumulasi atau deposisi kalsium dalam ginjal dan jaringan lain sehingga kentang terbukti bermanfaat dalam mengobati batu ginjal. Para dokter juga menyarankan penderita batu ginjal untuk melibatkan kentang di setiap makanannya
7.   Meredakan stres

Mengandung vitamin B6, kentang sangat bermanfaat untuk menghilangkan stres yang berasal dari pikiran.Kentang membuat hormon adrenalin yang dapat merespon stres, hingga pada akhirnya membuat tubuh menjadi rileks dan memberikan perasaan yang menenangkan.

8.   Fungsi otak.

Baik buruknya fungsi kinerja otak sangat tergantung pada kadar glukosa, suplai oksigen, beberapa jenis vitamin B kompleks, beberapa hormon, asam amino dan asam lemak omega 3. Kesemua itu bisa didapatkan dengan mengonsumsi kentang. Umbi kentang berkhasiat sebagai obat luka bakar, terutama pada bagian kulitnya. Selain itu, kentang dijadikan pengganti nasi bagi penderita penyakit kencing manis (diabetes melitus). Hal ini disebabkan kentang sebagai sumber karbohidrat dengan kalori yang rendah. Kentang biasanya diolah menjadi perkedel, keripik

9.   Khasiat lain Kentang

Menurut penelitian, jus kentang mentah bisa membantu mengurangi penyakit yang menyerang sendi-sendi( arthritis), radang otot ( rematik). Sakit yang disebabkan salah urat atau terkilir, luka-luka kecil dan luka bakar ringan dapat dilegakan dengan cara menempelkan irisan kentang pada luka atau nyeri yang dirasakan selama 15 menit atau lebih.

Saos kentang yang digunakan untuk saos salad, dipercaya bisa mengurangi luka, mengurangi rasa sakit, serta pencemaran bakteri. Parutan kentang yang ditempelkan pada kelopak mata, mampu menghilangkan noda hitam pada mata (dark circles) dan sekitarnya dicampur bersama krim, bisa memperlambat kerut dimuka.

Kentang telah menjadi sahabat semua orang, yang sedang mengatur pola makan.Sehingga kentang bisa menjadi menu alternative untuk diet, sebab kentang dipercaya kaya karbohidrta pengganti nasi bagi Anda yang kini sedang menjalankan diet.
Vitamin C nya juga terkenal pereda gangguan penyakit yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang. Anda yang menderita kutil, segera oleskan potongan segar kentang mentah pada kutil.

Kentang sangat cocok bagi Anda yang memiliki penyakit maag atau sering mengalami sakit karena kelebihan asam lambung.Sebab dalam kentang terkandung atropine yang dapat emmbantu mengurangi asam lambung dan mengurangi sakit pada lambung.

Biasanya zat lysine tidak terdapat pada nabati, tetapi didalam kentang terdapat lysine yang sangat penting dalam pertumbuhan badan dan otak. Dengan kentang kita dapat mengkonsumsi Vitamin C secara mudah, karena vitamin C didalam kentang tidak hilang setelah dimasak karena dikelilingi oleh sari pati. Walaupun kalorinya cukup rendah, kentang dapat menyebabkan kegemukan Karena adanya Glycemic Index.

10.  Khasiat Kulit Kentang

Kulit kentang menyimpan banyak nutrisi dan juga mengandung banyak serat, yang sangat penting untuk diet yang sehat.Membiarkan kulit pada kentang juga membantu menjaga nutrisi dalam daging dari kentang, yang memiliki kecenderungan untuk melarikan diri selama memasak.Berdasarkan pada tahun 2000 kalori diet, kentang panggang yang besar, termasuk kulit, memiliki 278 kalori.Hanya 3 dari kalori dari lemak.Kentang panggang mengandung hanya 1% dari tunjangan lemak dianggap sebagai bagian dari diet yang sehat, dengan 0% dari ini menjadi lemak jenuh.

Uraian Tentang Pati

Starch (pati) atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, serbuk putih, tidak berasa dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang.

Tanaman kentang adalah salah satu tanaman budidaya tetraploid (2n = 4x = 40). Asalnya dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan oleh penduduk di sana sejak ribuan tahun silam. Tanaman ini merupakan herba (tanaman pendek tidak berkayu) semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Di daerah tropis cocok ditanam di dataran tinggi.

Kentang membentuk tuber di bawah permukaan tanah dan menjadi sarana perbanyakan secara vegetatif. Dalam budidaya kentang, praktis perbanyakan dilakukan melalui moda ini, sehingga keragaman kentang di ladang sangatlah rendah dan membuatnya rentan terhadap gangguan dari hama atau penyakit.

Manfaat Tanaman

Melihat kandungan gizinya, kentang merupakan sumber utama karbohidrat. Kentang menjadi makanan pokok di banyak negara barat. Zat-zat gizi yang terkandung dalam 100 gram bahan adalah kalori 347 kal, protein 0,3 gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 85,6 gram, kalsium (Ca) 20 gram, fosfor (P) 30 mg, besi (Fe) 0,5 mg dan vitamin B 0,04 mg.


KENTANG ATAU NASI?
http://mensjourneyid.com/wp-content/uploads/2013/03/vs.jpg
 











Kentang atau pun nasi, keduanya sama-sama mengandung karbohidrat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, tinggal kita yang memutuskan akan mengkomsumsi yang mana. Faktanya sekarang ini adalah orang Indonesia umumnya atau bias dikatakan seluruhnya mengkomsumsi nasi sebagai makanan pokoknya, sedangakan kentang sendiri lebih banyak dijadikan makanan pokok oleh masyarakat belahan barat.
Jika kita ingin mengetahui mana yang lebih sehat, mengonsumsi kentang atau nasi, berikut ini ulasannya seperti dilansir oleh laman Boldsky:
Alasan mengapa nasi sehat:
-          Nasi, terutama nasi beras coklat lebih sehat karena memiliki protein lebih banyak ketimbang kentang. Kentang mengandung banyak karbohidrat yang sehat, tapi proteinnya sangat kecil.
-          Nasi dan kentang keduanya mengandung pati. Tapi, pati pada nasi bisa dikurangi dengan merendamnya dalam air saat dimasak. Kentang sendiri tetap mengandung pati bahkan setelah direbus.
-          Nasi mengandung nutrisi penting seperti tiamin dan niacin, yang bisa meningkatkan level metabolisme dan berkontribusi menjaga jantung tetap sehat.
-          Nasi itu lebih sehat karena mengandung vitamin B12 yang sangat penting untuk fungsi sistem saraf.
-          Indeks glikemik nasi lebih rendah daripada kentang.
-          Nasi mengandung mineral mangan yang berfungsi sebagai kofaktor yang membantu beragam fungsi tubuh.
Alasan mengapa kentang sehat:
-          Kentang memiliki lebih banyak variasi nutrisi dibandingkan nasi.
-          Kulit kentang sangat sehat dan tidak mengandung lemak atau pati sama sekali.
-          Kentang memiliki serat lebih banyak daripada nasi putih terutama kulit kentang yang penuh dengan karbohidrat yang sehat.
-          Kentang juga mengandung sejumlah vitamin C yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
-          Kentang kaya akan vitamin B6 yang sangat baik membantu metabolisme tubuh.
-          Kalium hadir dalam kentang yang bermanfaat membuat sel-sel tubuh dan jantung bekerja dengan baik.
-          Kentang memiliki kalori lebih sedikit daripada nasi.
JADI, NASI ATAU KENTANG?
http://i.brta.in/images/2014-02/big/1db00217663378d081a4e1a36b27c370.jpg
 







Jawabannya tergantung pada selera dan persepsi masing-masing orang, Jadi, kedua makanan ini sebenarnya sehat dan menghasilkan kalori yang dibutuhkan tubuh.Juga mempunyai indeks glikemik yang cukup tinggi.

Dilihat dari kandungan gizinya, kentang sedikit lebih unggul dari pada nasi, berikut perbandingan nilai gizi kentang dengan nasi  per 100 gramnya:


Kentang
Nasi
Energi 
93 Kcal
130 Kcal
Karbohidrat
21 g
28,6 g
Vitamin C
9,6 mg
0 mg
Folat
28 mcg
58 mcg
Kalsium
15 mg
3 mg
Zat besi 
1,1 mg
1,5 mg












BAB IV
SYARAT TUMBUH

Iklim


Daerah dengan curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun sangat sesuai untuk membudidayakan kentang. Daerah yang sering mengalami angin kencang tidak cocok untuk budidaya kentang.

Lama penyinaran yang diperlukan tanaman kentang untuk kegiatan fotosintesis adalah 9-10 jam/hari. Lama penyinaran juga berpengaruh terhadap waktu dan masa perkembangan umbi.

Suhu optimal untuk pertumbuhan adalah 18-21 derajat C. Pertumbuhan umbi akan terhambat apabila suhu tanah kurang dari 10 derajat C dan lebih dari 30 derajat C.
Kelembaban yang sesuai untuk tanaman kentang adalah 80-90%. Kelembaban yang terlalu tinggi akan menyebabkan tanaman mudah terserang hama dan penyakit, terutama yang disebabkan oleh cendawan.

Media Tanam

Secara fisik, tanah yang baik untuk bercocok tanaman kentang adalah yang berstruktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam. Sifat fisik tanah yang baik akan menjamin ketersediaan oksigen di dalam tanah.
Tanah yang memiliki sifat ini adalah tanah Andosol yang terbentuk di pegunungan-pegunungan. Keadaan pH tanah yang sesuai untuk tanaman kentang bervariasi antara 5,0-7,0 tergantung varietasnya. Untuk produksi yang baik pH yang rendah tidak cocok ditanami kentang. Pengapuran mutlak diberikan pada tanah yang memiliki nilai pH sekitar 7.


Ketinggian Tempat

Daerah yang cocok untuk menanam kentang adalah dataran tinggi/daerah pegunungan, dengan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl. Ketinggian idealnya berkisar antara 1000-1300 m dpl. Beberapa varitas kentang dapat ditanam di dataran menengah (300-700 m dpl).













BAB V
BUDIDAYA TANAMAN KENTANG

Pembibitan

Bibit Tanaman kentang dapat berasal dari umbi, perbanyakan melalui stek batang dan stek tunas daun.
Umbi
http://baltyra.com/wp-content/uploads/2011/01/Potato_sprouts.jpg
 







    Tunas yang baru tumbuh dari umbi kentang

Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram. Pilih umbi yang cukup tua antara 150-180 hari, umur tergantung varietas, tidak cacat, umbi baik, varitas unggul.
Umbi disimpan di dalam rak/peti di gudang dengan sirkulasi udara yang baik (kelembaban 80-95%). Lama penyimpanan 6-7 bulan pada suhu rendah dan 5-6 bulan pada suhu 25
°C

Pilih umbi dengan ukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas.
Gunakan umbi yang akan digunakan sebagai bibit hanya sampai generasi keempat saja. Setelah bertunas sekitar 2 cm, umbi siap ditanam. Bila bibit diusahakan dengan membeli, (usahakan bibit yang kita beli bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa dan dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi yang dibelah harus direndam dulu di dalam larutan Dithane M-45 selama 5-10 menit. Walaupun pembelahan menghemat bibit, tetapi bibit yang dibelah menghasilkan umbi yang lebih sedikit daripada yang tidak dibelah. Hal tersebut harus diperhitungkan secara ekonomis. Stek Batang dan stek tunas, cara ini tidak biasa dilakukan karena lebih rumit dan memakan waktu lebih lama. Bahan tanaman yang akan diambil stek batang/tunasnya harus ditanam di dalam pot. Pengambilan stek baru dapat dilakukan jika tanaman telah berumur 1-1,5 bulan dengan tinggi 25-30 cm. Stek disemaikan di persemaian. Apabila bibit menggunakan hasil stek batang atau tunas daun, ambil dari tanaman yang sehat dan baik pertumbuhannya.

Pengolahan Media Tanam

Lahan dibajak sedalam 30-40 cm sampai benar-benar gembur supaya perkembangan akar dan pembesaran umbi berlangsung optimal. Kemudian tanah dibiarkan selama 2 minggu sebelum dibuat bedengan. Pada lahan datar, sebaiknya dibuat bedengan memanjang ke arah Barat-Timur agar memperoleh sinar matahari secara optimal, sedang pada lahan berbukit arah bedengan dibuat tegak lurus kimiringan tanah untuk mencegah erosi. Lebar bedengan 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 cm. Lebar dan jarak antar bedengan dapat diubah sesuai dengan varietas kentang yang ditanam. Di sekeliling petak bedengan dibuat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.

Teknik Penanaman

1)  Pemupukan Dasar
a.    Pupuk dasar organik berupa kotoran ayam 10 ton/ha, kotoran kambing sebanyak 15 ton/ha atau kotoran sapi 20 ton/ha diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam.
b.    Pupuk anorganik berupa SP-36=400kg/ha.
2)  Cara Penanaman
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8CJi0F5W6x7JdbUJx1xe1KnSX5JIoZHU1eMUyXFZ7G81oxjtrK9L8Rs9CWDt_SsMJGNNpZGJfC2HuoXc-xHvFjfhZzj241r85__IQ3hfjbGdF2TQ7mrhJmJb8xn4zexh9-h2RqZM1foM/s1600/budidayakentang2.jpg
 











Bibit yang diperlukan jika memakai jarak tanam 70 x 30 cm adalah 1.300-1.700 kg/ha dengan anggapan umbi bibit berbobot sekitar 30-45 gram. Jarak tanaman tergantung varietas. Dimanat dan LCB 80 x 40 sedangkan varietas lain 70 x 30 cm.
Waktu tanam yang tepat adalah diakhir musim hujan pada bulan April-Juni, jika lahan memiliki irigasi yang baik/sumber air kentang dapat ditanam dimusim kemarau. Jangan menanam dimusim hujan. Penanaman dilakukan dipagi/sore hari. Lubang tanam dibuat dengan kedalaman 8-10 cm.
Bibit dimasukkan ke lubang tanam, ditimbun dengan tanah dan tekan tanah di sekitar umbi. Bibit akan tumbuh sekitar 10-14 hst. Mulsa jerami perlu dihamparkan di bedengan jika kentang ditanam di dataran medium.

Pemeliharaan Tanaman

1)  Penyulaman

Untuk mengganti tanaman yang kurang baik, maka dilakukan penyulaman. Penyulaman dapat dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. Bibit sulaman merupakan bibit cadangan yang telah disiapkan bersamaan dengan bibit produksi. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati/kurang baik tumbuhnya dan ganti dengan tanaman baru pada lubang yang sama.

2)  Penyiangan

Lakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan. Jadi penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman. Penyiangan harus dilakukan pada fase kritis yaitu vegetatif awal dan pembentukan umbi.

3)  Pemangkasan Bunga

Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara untuk pembentukan umbi dan pembungaan.

4)  Pemupukan

Selain pupuk organik, maka pemberian pupuk anorganik juga sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk yang biasa diberikan Urea dengan dosis 330 kg/ha, TSP dengan dosis 400 kg/ha sedangkan KCl 200 kg/ha. Secara keseluruhan pemberian pupuk organik dan anorganik adalah sebagai berikut:
Pupuk kandang : saat tanam 15.000-20.000 kg.
Pupuk anorganik
Urea/ZA : 21 hari setelah tanam 165/350 kg dan 45 hari setelah tanam 165/365 kg; SP-36 : saat tanam 400 kg.
KCl : 21 hari setelah tanam 100 kg dan 45 hari setelah tanam 100 kg; Pupuk cair: 7-10 hari sekali dengan dosis sesuai anjuran. Pupuk anorganik diberikan ke dalam lubang pada jarak 10 cm dari batang tanaman kentang.

5)  Pengairan
http://cybex.deptan.go.id/files/pengairan.png
 






Tanaman kentang sangat peka terhadap kekurangan air. Pengairan harus dilakukan secara rutin tetapi tidak berlebihan. Pemberian air yang cukup membantu menstabilkan kelembaban tanah sebagai pelarut pupuk. Selang waktu 7 hari sekali secara rutin sudah cukup untuk tanaman kentang. Pengairan dilakukan dengan cara disiram dengan gembor/embrat/dengan mengairi

Hama dan Penyakit

1)  Hama
a.  Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat menyerang daun dengan memakan bagian epidermis dan jaringan hingga habis daunnya. Pengendalian: (1) mekanis dengan memangkas daun yang telah ditempeli telur; (2) kimia dengan Azordin, Diazinon 60 EC, Sumithion 50 EC.



https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR32wENUhOUrbhJZhrSMNMn342B980kCva57seJc_7oAOyH1Vy_ 












b.  Kutu daun (Aphis Sp)
http://www.eplantswholesale.com.au/wp-content/gallery/aphids/images.jpg
 









Gejala: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat menularkan virus bagi tanaman kedelai. Pengendalian: dengan cara memotong dan membakar daun yang terinfeksi, menyemprotkan Roxion 40 EC, Dicarzol 25 SP.

c.  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cd/Gryllotalpa_gryllotalpa_MHNT.jpg/220px-Gryllotalpa_gryllotalpa_MHNT.jpgOrong-orong (Gryllotalpa Sp)








Gejala: menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian: menggunakan tepung Sevin 85 S yang dicampur dengan pupuk kandang.

d.  Hama penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh23b5Kkx1aU_5Op1jVUUExfEIrnphzXIP0AQI9pv2oe6TKfcb9yQ28-IZXbnp9i8LP_QrddsSXrf_dWOY2HTDBgk3R2_Kb4QyovoJciQGTcJf49rRlOuVwr-IWrjtMfyUpQtN7usB5zG7d/s320/kentang.jpg
 









Gejala: pada daun yang berwarna merah tua dan terlihat adanya jalinan seperti benang yang berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila dibelah, akan terlihat adanya lubang-lubang karena sebagian umbi telah dimakan. Pengendalian: secara kimia menggunakan Selecron 500 EC, Ekalux 25 EC, Orthene &5 SP, Lammnate L.

e.  Hama thrips ( Thrips tabaci )
Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak berwarna putih, selanjutnya berubah menjadi abu-abu perak dan kemudian mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih muda. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan cara memangkas bagian daun yang terserang; (2) secara kimia menggunakan Basudin 60 EC, Mitac 200 EC, Diazenon, Bayrusil 25 EC atau Dicarzol 25 SP.
http://www.apsnet.org/edcenter/advanced/topics/cultivarmixes/Article%20Images/potatolateblight.jpg
 








2)  Penyakit

a.    Penyakit busuk daun

Penyebab: jamur Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah, lalu bercak-bercak ini akan berkembang dan warnanya berubah menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan sporangium. Selanjutnya daun akan membusuk dan mati. Pengendalian: menggunakan Antracol 70 WP, Dithane M-45, Brestan 60, Polyram 80 WP, Velimek 80 WP dan lain-lain.

b.    Penyakit layu bakteri

Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning. Pengendalian: dengan cara menjaga sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pemberantasan secara kimia dapat menggunkan bakterisida, Agrimycin atu Agrept 25 WP.
c.    Penyakit busuk umbi

Penyebab: jamur Colleotrichum coccodes. Gejala: daun menguning dan menggulung, lalu layu dan kering. Pada bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik.

d.    Penyakit fusarium
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9bPjou9h361Cg2kbXTkXcyye8goqX-xJAdku_S9488mIh3CKZRyMblMoLLdKGqu82BeMyikQXTMe1E0JQgSZ6sVfhZL8LfcoSvVXAi7yiZshSbApKBGZWVkmonctQyjxpcWWsg_IA85zg/s1600/potato_scab.jpg
 








Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: infeksi pada umbi menyebabkan busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu.
Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan nematoda/faktor mekanis. Pengendalian: dengan menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran. Pengendalian kimia dengan Benlate.

e.    Penyakit bercak kering (Early Blight)

Penyebab: jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang biak di daerah kering. Gejala: daun terinfeksi berbercak kecil yang tersebar tidak teratur, berwarna coklat tua, lalu meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian: dengan pergiliran tanaman.

f.     Penyakit karena virus

Virus yang menyerang adalah: (1) Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung; (2) Potato Virus X (PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun; (3) Potato Virus Y (PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal; (4) Potato Virus A (PVA) menyebabkan mosaik lunak; (5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik menggulung; (6) Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaik lemas. Gejala: akibat serangan, tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak menghasilkan sama sekali; daun menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan Coccinella dan nematoda. Pengendalian: tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan membakar tanaman sakit, memberantas vektor dan pergiliran tanaman.


















BAB VI
PANEN & PASCAPANEN

Ciri dan Umur Panen

Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman. Pada varietas kentang genjah, umur panennya 90-120 hari; varietas medium 120-150 hari; dan varietas dalam 150-180 hari.
Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen apabila daunnya telah berwarna kekuning-kuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah berwarna kekuningan dan agak mengering. Selain itu tanaman yang siap panen kulit umbi akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari.

Cara Panen

Waktu memanen sangat dianjurkan dilakukan pada waktu sore hari/pagi hari dan dilakukan pada saat hari cerah. Cara memanen yang baik adalah sebagai berikut: cangkul tanah disekitar umbi kemudian angkat umbi dengan hati hati dengan menggunakan garpu tanah. Setelah itu kumpulkan umbi ditempat yang teduh. Hindari kerusakan mekanis waktu panen.

Prakiraan Produksi

a)   Granola/Atlantis
produksi
:
35-40 ton/ha.
b)   Red Pontiac
produksi
:
15 ton/ha.
c)    Desiree
produksi
:
18 ton/ha.
d)   DTO
produksi
:
20 ton/ha.
e)   Klon no. 17
Produksi
:
30-40 ton/ha.
f)     Klon no. 08
Produksi
:
25-30 ton/ha.

Pascapanen

a.    Penyortiran dan Pengolongan

Umbi yang baik dan sehat dipisahkan dengan umbi yang cacat dan terkena penyakit. Kegiatan ini akan mencegah penularan penyakit kepada umbi yang sehat. Kentang di sortir berdasarkan ukuran umbi (tergantung varitas).

b.    Penyimpanan

Simpan umbi kentang dalam rak-rak yang tersusun rapi, sebaiknya ruangan tempat penyimpanan dibersihkan dan disterilisasi dahulu agar terbebas dari bakteri. Simpan di tempat yang tertutup dan berventilasi.

c.    Pengemasan dan Pengangkutan

Alat pengemas harus bersih dan terbuat dari bahan yang ringan. Pengemas harus berventilasi dan di bagian dasar dan tepi diberi bahan yang mengurangi benturan selama pengangkutan.
d.    Pembersihan

Petani konvensional hampir tidak pernah membersihkan umbi. Untuk memasarkan kentang di pasar swalayan/ke luar negeri, kentang harus dibersihkan terlebih dulu. Bersihkan umbi dari segala kotoran yang menempel dengan lap. Lakukan perlahan-lahan jangan sampai menimbulkan lecet-lecet. Selain itu umbi dapat dibersihkan dengan cara dicuci di air mengalir yang tidak terlalu deras kemudian dikeringanginkan. Umbi yang bersih akan memperpanjang keawetan umbi selain itu juga akan menarik konsumen

















BAB VII
VARIETAS KENTANG

1)     Kentang kuning
http://images.whiteflowerfarm.com/4300a.jpg
 













a.    Granola
Jenis ini merupakan varietas unggul, karena produktivitasnya bisa mencapai 30 – 35 ton per hektar. Granola juga tahan terhadap penyakit kentang pada umumnya. Bila varietas lain kerusakan akibat penyakit bisa 30%, granola hanya 10%.
Umur panen normal adalah 90 hari, meskipun 80 hari sudah bisa dipanen. Warna kulit dan daging
umbi kuning dan bentuknya relatif lonjong alias oval

b.    Cipanas

Merupakan varietas hasil persilangan Thung 1510 dengan Desiree. Kulit umbi dan daging umbi berwarna kuning. Mampu berproduksi sampai 34 ton per hektar. Namun, varietas ini agak peka terhadap Nematoda Meloidogyne Sp dan serangan layu bakteri pseudomonas Solanacearum.Namun tahan terhadap penyakit busuk oleh cendawan phytophthora infestans (late blight, hawar daun). Umur panen 95 – 105 hari jadi lebih lama dibandingkan granola.

c.    Cosima

Varietas ini introduksi dari Jerman, agak tahan terhadap penyakit Phytophthora infestans dan layu bakteri Pseudomonas Solanacearum, sedikit peka terhadap virus daun menggulung, Serta cukup tahan terhadap Nematoda Meloidogyne Sp. Di Pengalengan dan Lembang (Jawa Barat) Cosima lebih tahan hujan dibandingkan dengan
Catella. Umur panennya 101 hari.Daya hasilnya antara 15 – 25 ton. Umbinya agak berpipih, kurang seragam, mata agak dalam, umbinya enak dan pulen, tetapi kurang baik untuk digoreng.

d.    Segunung

Merupakan varietas hasil persilangan kentang Thung 151 C dan desiree. Umbi berbentuk bulat lonjong. Kulit dan daging umbi kuning. Potensi hasilnya bisa mencapai 25 ton / hektar.Sangat baik ditanam di
daerah berdataran tinggi. Tanaman cukup tahan terhadap penyakit busuk daun atau nawar daun atau late blight.

e.    Thung

Umbi berbentuk bulat gepeng.Kulitnya berwarna kuning. Dagingnya putih kekuning-kuningan.
Bobot rata-rata 55,5 gram dan mempunyai keseragaman umbi. Tanaman peka terhadap penyakit dan hama

f.     Catella

Termasuk kentang yang umurnya genjah (pendek). Seperti granola dimana umur 100 hari sudah bisa di panen. Umbinya bulat, daging umbi kuning. Kandungan patinya sedang. Namun, tanaman ini tidak tahan penyakit busuk daun.

g.    Agria

Kentang introduksi dari Belanda. Umbinya besar seperti umbi ketelah rambat.Kuning umbi kuning, daging umbi kuning tua. Tanaman tahan penyakit virus PUY, penyakit busuk daun dan umbi juga tanam serangan nematoda serta keropeng. Varietas agria direkomentasikan sebagai varietas yang cocok untuk keripik dan kentang goring.
2)  Kentang putih
a.  Marita

Umbi berbentuk bulat gepeng, seragam dan bobot tanaman ratanya 43,3 gram. Varietas yang ditanam di lembang dan Cianjur cukup tanam penyakit.Umbinya terasa enak dan warna daging umbi putih kekuning-kuningan.

b.  Diamant

Produktivitasnya tergolong tinggi.Bentuk umbi oval sampai oval memanjang.Kulit umbi berwarna putih, daging umbi putih kekuning-kuningan.Tanaman tahan penyakit busuk daun. Kulit umbi dan penyakit virus A. Selain itu, tahan juga terhaap nematoda biotipe A.

http://atikofianti.files.wordpress.com/2011/04/potato.jpg
 












3)  Kentang merah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHcYBGyAFqcVkoBzcu1EA0x62eWY77vY6Jcy13oKDorRUIBkMsIVJRle5dkVq1qq0zQ7fyehchFvjSc-RPh5v-tFYzBxhmqgDbb2xoYqr8mHlYRijkCU2aSZp8p0wn26Db-Ra4UZX1U9k/s1600/IMG_6667+kentang+merah1crw.jpg
 










a.  Desiree

Merupakan hasil persilangan kentang Urgenta dan Depesche. Umur panennya 100 hari, produktivitasnya tinggi.
Bentuk umbi oval bulat sampai oval, kulit umbi berwarna merah, daging umbi kuning kemerahan. Tanaman peka terhadap penyakit busuk daun, penyakit layu dan penyakit virus PLRV (daun menggulung).

b.  Kondor

Varietas yang diintorduksi dari Belanda.Umbinya besar mirip ubi jalar.Kulit umbi merah tetapi daging umbi kuning terang.Bentuk umbi oval atau lonjong.Produksinya tinggi, tahan penyakit virus PVY Penggulung daun, penyakit busuk daun dan penyakit umbi.

4)  Kentang varietas lain

a.  Draga

Umbi berbentuk bulat gepeng, seragam dan warna dagingnya seperti marifa, (putih kekuning-kuningan). Bobot umbi rata-rata 71,4 gram. Tahan penyakit tetapi peka serangan hama.
b.  Cardinal dan Premiere

Cardinal memiliki produksi yang lebih rendah disbanding premiere, tapi memiliki kadar gula yang tinggi.

c.   Alpha

Varietas hasil persilangan antara varietas Paulkruger dan Preferent.

d.  Kentang Industri

Kentang ini berkadar pati tinggi contohnya :
-       Atlante, Frying Potatos
-       Pinky, Pink Skin Golden Potatos
-       Dawmore
-       Kentang Panjang
-       Kentang Bulat.
Adanya pengelompokan tersebut memudahkan dalam mendeskripsikan macam-macam kentang yang ada.Walaupun demikian, masih tetap sulit untuk mendeskripsikan semua varietas kentang yang ada di Indonesia.Di bawah ini diuraikan beberapa varietas yang sempat diamati para peneliti.

a.     Alpha

Tanamannya berbatang kuat – sedang, daunnya rimbun, bunganya berwarna ungu, dan bisa berbuah.Sangat peka terhadap penyakit Phytophtora infestans dan virus daun menggulung.Namun, tanaman ini tahan terhadap penyakit kutil.

b.     Catella

Varietas ini berbatang kecil, agak lemah, dan berdaun rimbun.Bunganya putih dan sulit berbuah.Tanaman ini peka sekali terhadap penyakit Phytophtora infestans.Di daerah Pengalengan dan Lembang (Jawa Barat), catella tidak tahan pada musim hujan (iklim basah).

c.      Cosima

Batangnya besar, agak kuat, dan daunnya rimbun.Bunganya berwarna ungu dan tidak pernah berbuah.Tanaman agak tahan terhadap penyakit Phytophtora infestans, dan agak peka terhadap virus daun menggulung.Di daerah Pengalengan dan Lembang (Jawa Barat), cosima lebih tahan hujan (iklim basah) dibandingkan dengan catella.

d.     Dasiree

Varietas ini berbatang besar, kuat, berwarna kemerah-merahan; berdaun agak rimbun; berbunga ungu; dan mudah berbuah.Tanaman peka terhadap penyakit Phytophora infestans, penyakit layu, dan virus daun menggulung, tetapi tahan penyakit kulit.

e.     Granola

Dari data yang berhasil dikumpulkan, jenis ini merupakan varietas unggul karena produktivitasnya bisa mencapai 30 ton per hektar.
Dari jumlah ini, 20 ton berkualitas baik (AB), 5 ton kualitas sedang (C), 4 ton kualitas TO (campur), dan 1 ton kualitas rindil.

f.       French fries

Umbi varietas ini ada yang memanjang dan ada pula yang membulat.Umbi yang memanjang lebih cocok untuk pelengkap masakan ayam goreng (fast food), sedangkan yang membulat sangat tepat untuk kripik.








BAB VIII
PROSPEK AGRIBISNIS TANAMAN KENTANG

Seperti yang kita ketahui kentang adalah salah satu bahan makanan yang banyak digunakan dan bisa dijadikan berbagai varian makanan, untuk rumah tangga, restaurant, cafe, dan lain sebagainya. Analisa usaha kentang ini dapat menjadi referensi untuk  yang ingin memulai usaha sendiri. Di pasaran kentang juga memiliki rating yang bagus dan prospek yang menjanjikan, pasalnya daya beli masyarakat dan perusahaan begitu tinggi, karena memang kentang bisa di jadikan bahan baku segala jenis makanan pokok maupun makanan ringan. Jadi tidak ada salahnya kalau kita mulai usaha budidaya kentang sekarang dan berikut analisa usaha nya :

1.     Asumsi
a.  Lahan yang digunakan seluas 5.000 m² dengan sistem sewa Rp 700.000/bulan.
b.  Periode perhitungan analisis usaha dilakukan setiap lima bulan.
c.   Pendapatan dalam satu periode di asumsikan berdasarkan penjualan produksi atau panen kentang dan penjualan bibit kentang. Panen kentang dalam satu periode sebanyak 13.000 kg dengan harga jual Rp 4.500/kg. Sementara itu, bibit kentang yang dapat terjual sebanyak 2.000 kg dengan asumsi harga jual Rp 9.000/kg.

2.     Perhitungan Biaya

a.  Biaya Invetasi
biaya investasi usaha kentang
 








b.  Biaya Tetap
biaya tetap usaha budidaya kentang
 










c.   rincian biaya variabel usaha budidaya kentangBiaya Variabel











rincian biaya variabel usaha budidaya kentang 












 Total biaya operasional per periode


Total biaya operasional
=
Total biaya tetap + total biaya variabel

=
Rp 4.183.681 + Rp 39.001.900

=
Rp 43.185.581
Keterangan: HKP = Hari Kerja Pria (8jam sehari)
d.  Pendapatan Dan Keuntungan

Pendapatan per periode

Pendapatan
=
Jumlah terjual x harga kentang
Pendapatan (hasil penjualan panen)
=
13.000 kg x Rp 4.500/kg


=
Rp 58.500.000
Pendapatan (hasil bibit kentang)
=
2.000 kg x Rp 9.000/kg

=
Rp 18.000.000



Total pendapatan
=
Rp.58.500.000 + Rp.18.000.000

=
Rp 76.500.000


Keuntungan per periode

Keuntungan
=
Pendapatan - Total biaya operasional

=
Rp 76.500.000 - Rp 43.185.581


Rp 33.314.419

e.  Kelayakan Usaha

R/C Rasio
Rasio R/C
=
Pendapatan - Total biaya operasional

=
Rp 76.500.000 - Rp 43.185.581

=
1,77 (tidak sesuai rumus dg hasil)

R/C lebih dari satu artinya usaha budidaya kentang layak dijalankan. R/C 1,77 artinya setiap penambahan modal sebesar Rp 1 akan memberikan pendapatan sebesar Rp 1,77.

Pay back period

Pay back period
=
(Total biaya investasi : keuntungan) x 1 bulan

=
(Rp 2.245.000 : Rp 33.314.419) x 1 bulan

=
0,06 bulan

Artinya, titik balik modal usaha budidaya kentang dapat dicapai kurang dari satu bulan (0,06 bulan)
Di awal krisis ekonomi harga komoditi kentang meningkat sampai lebih dari dua kalinya.Saat ini ketika harga komoditi hortikultur lainnya seperti bawang daun dan cabe menurun drastis, harga kentang di pasaran relatif masih sangat baik.

Kentang adalah salah satu komoditi hortikultura yang harganya relatif stabil dan tidak terlalu tergantung musim. Harga yang stabil ini lebih menjamin masa depan agribisnis kentang daripada komoditi hortikultura lainnya.

Walaupun Indonesia sudah mengekspor kentang ke Malaysia melalui Brastagi, peluang ekspor ke negara lainnya harus diambil.


















BAB IX
 PENUTUP

Kesimpulan
Sebagai salah satu tanaman pangan, kentang mengandung gizi dan karbohidrat yang tinggi, sehingga dapat dikomsumsi sebagai makanan pokok pengganti beras.Namun pembudidayaan kentang di Indonesia masih kurang, oleh karena itu buku ini akan membahas dan mengupas seluk beluk serta cara pembudidayaan kentang sehingga bisa memaksimalkan manfaatnya baik dari segi kesehatan, ekonomi maupun prospek agribisnisnya sendiri.

Saran
Diharapkan kepada pemerintah, petani pengelola kentang serta pihak yang berkepentigan dalam pengembangan tanaman kentang terhadap jenis molat secara intensif maupun ekstensif guna memenuhi cadangan pangan serta untuk komersialisasi kentang di masa mendatang.


















DAFTAR PUSTAKA

Arabowo, Abror Yudi.2007.Budidaya Kentang(terhubung berkala)http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidayakentang.html[25 Maret 2015]
Bonus Trubus. 1998. Analisis Komoditas Kebal Resesi.Kanisius:Yogyakarta
Samadi, Budi. 1997. Usaha Tani Kentang. Kanisius:Yogyakarta.
Hartus,T.2001.Usaha Pembibitan Kentang Bebas Virus.Penebar Jakarta.136 hal
Setiadi.2009.Budidaya Kentang .Penebar Swadaya.Jakarta
Setiai dan Nurulhuda,S.I.1998.Kentang.Penebar Swadaya.Jakarta 70 hal





Text Box:  BIOGRAFI PENULIS
                       
Nama : Eka Krisdiana Fitri
TTL     : Karanganyar,14 Maret 1995
Alamat: Jln.Abu Kasan RT/RW   001/001
 Prayungan Paju Ponorogo          
Motto  : Meningkatkan kualitas diri,berbagi ilmu kepada  semua orang agar ilmu saya dapat berkembang serta dapat belajar lebih dalam lagi mengenai banyak hal baru.

Penulis merupakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan Strata 1 program studi Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya angkatan 2013. Penulis merupakan anak Pertama dari dua bersaudara dari pasangan yang berbahagia Ayahanda Paiman dan Ibunda Nuryati. Penulis yang hobi berbisnis,melukis(corat-coret) dan menulis membuat karangan sebuah karangan buku guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar Komunikasi dapat menyelesaikan sebuah buku pertamanya dengan judul “Penerapan Teori Sandra Ball-Rokeach pada Komoditas Kentang”. Penulis berharap dengan terselesaikannya buku ini penulis dapat memunculkan karya-karya lainnya yang lebih baik dan dapat mengguncang setiap orang yang membaca karyanya. Penulis memiliki cita-cita yaitu menjadi seorang entrepreneur muda dan ingin menjadi seorang penulis serta ingin membuat sebuah buku tentang pengalaman hidupnya yang akan memotivasi setiap individu muda yang membacanya. Buku ini merupakan sebuah permulaan dari buku spektakuler yang akan penulis kembangkan dikemudian hari. Penulis berharap buku ini dapat memberikan manfaat bagi semua kalangan yang membacanya.