TUGAS
TERSTRUKTUR MATA KULIAH
DASAR KOMUNIKASI
“PENERAPAN TEORI
SANDRA BALL-ROKEACH PADA KOMODITAS KENTANG”
Disusun
Oleh :
Eka Krisdiana Fitri (135040101111211)
Dosen Pengampu : Prof.Dr.Ir Sugiyanto, MS.
PROGRAM
STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
MALANG
2015
Kata
Pengantar
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah
SWT, karena telah memberi taufiq dan rahmatnya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Penerapan
Teori Sandra Ball-Rokeach pada Komoditas Kentang”. Sholawat
serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga
dan sahabat-Nya yang telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan
yang terang benderang.
Saya berharap semoga buku ini dapat bermanfaat dan
menambah wawasan bagi penulis khususnya, dan segenap pembaca pada umumnya.
Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran penulis sangat saya harapkan untuk menuju kesempurnaan buku
ini.
Malang, 25 Maret 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
|
PENDAHULUAN
|
1
|
|
LATAR BELAKANG
|
1
|
|
TUJUAN
|
2
|
|
|
|
|
BAB I
|
TEORI SANDRA BALL-ROKEACH
|
3
|
PENGERTIAN TEORI SANDRA
BALL-ROKEACH
|
3
|
|
BAB II DESKRIPSI KENTANG
|
6
|
SEJARAH KENTANG
|
6
|
MORFOLOGI KENTANG
|
8
|
|
|
|
|
BAB III
|
KANDUNGAN DAN MANFAAT KENTANG
|
15
|
KANDUNGAN KIMIA PADA KENTANG
|
15
|
INDIKASI KENTANG
|
17
|
URAIAN TENTANG PATI
|
24
|
MANFAAT TANAMAN
|
25
|
|
|
|
|
|
BAB IV
|
SYARAT TUMBUH
|
31
|
IKLIM
|
31
|
MEDIA TANAM
|
32
|
KETINGGIAN TEMPAT
|
33
|
|
|
|
|
|
BAB V
|
BUDIDAYA TANAMAN KENTANG
|
34
|
PEMBIBITAN
|
34
|
PENGOLAHAN MEDIA TANAM
|
36
|
TEKHNIK PENANAMAN
|
37
|
PEMELIHARAAN TANAMAN
|
39
|
HAMA DAN PENYAKIT
|
42
|
|
|
|
|
|
BAB VI
|
PANEN DAN PASCA PANEN
|
52
|
CIRI DAN UMUR PANEN
|
52
|
CARA PENEN
|
52
|
PERKIRAAN PRODUKSI
|
53
|
PASCA PANEN
|
54
|
|
|
|
|
|
BAB VII
|
VARIETAS KENTANG
|
57
|
KENTANG KUNING
|
57
|
KENTANG PUTIH
|
61
|
KENTANG MERAH
|
62
|
KENTANG VARIETAS LAIN
|
64
|
|
BAB VIII
|
PROSPEK AGRIBISNIS TANAMAN KENTANG
|
69
|
ASUMSI
|
69
|
PERHITUNGAN BIAYA
|
70
|
PENDAPATAN PER PERIODE
|
73
|
KEUNTUNGAN PER PERIODE
|
74
|
R / C RASIO
|
74
|
PAY BACK PERIOD
|
74
|
|
BAB IX PENUTUP
KESIMPULAN
SARAN
DAFTAR PUSTAKA
BIOGRAFI PENULIS
|
77
77
79
80
|
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sebagai
salah satu negara berkembang, saat ini Indonesia masih menggalakkan upaya dalam
pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi
rentannya kebutuhan pangan nasional, salah satunya perbandingan pertambahan
jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan ketersediaan lahan, karena itu perlu
dilakukan antisipasi untuk memenuhi kebutuhan pangan kedepannya.
Melihat
pola sebagian besar masyarakat Indonesia yang masih menganut paham “belum makan
namanya jika belum nakan nasi”, perlu dilakukan sosialisasi berupa himbauan
atau tulisan tentang makanan pokok pengganti beras.
Sebagai
salah satu tanaman pangan, kentang mengandung gizi dan karbohidrat yang tinggi,
sehingga dapat dikomsumsi sebagai makanan pokok pengganti beras.
Namun
pembudidayaan kentang di Indonesia masih kurang, oleh karena itu buku ini akan
membahas dan mengupas seluk beluk serta cara pembudidayaan kentang sehingga
bisa memaksimalkan manfaatnya baik dari segi kesehatan, ekonomi maupun prospek
agribisnisnya sendiri.
Tujuan
1. Untuk mengetahui klasifikasi tanaman kentang;
2. Untuk mengetahui manfaat tanaman kentang jika
dikomsumsi;
3. Untuk mengetahui cara pembudidayaan tanaman
kentang yang baik;
4. Untuk mengetahui prospek agribisnis dari
tanaman kentang.
BAB I
TEORI SANDRA BALL-ROKEACH
Pengertian
Teori Sandra Ball-Rokeach
TeoriketergantunganMedia(bahasa Inggris: Dependency
Theory) adalah teori tentang komunikasi
massa yang menyatakan bahwa semakin seseorang tergantung pada
suatu media untuk memenuhi kebutuhannya, maka
media tersebut menjadi semakin penting untuk orang itu [1].
Teori ini diperkenalkan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin DeFleur. Mereka memperkenalkan
model yang menunjukan hubungan integral tak terpisahkan antara pemirsa, media
dan sistem sosial yang besar.
Konsisten dengan teori-teori yang
menekankan pada pemirsa sebagai penentu media, model ini memperlihatkan bahwa
individu bergantung pada media untuk pemenuhan kebutuhan atau untuk mencapai
tujuannya, tetapi mereka tidak bergantung pada banyak media dengan porsi yang
sama besar.
Besarnya ketergantungan seseorang pada
media ditentukan dari dua hal.
·
Pertama, individu akan
condong menggunakan media yang menyediakan kebutuhannya lebih banyak
dibandingkan dengan media lain yang hanya sedikit. Sebagai contoh, bila anda
menyukai gosip,
anda akan membeli tabloid gosip dibandingkan membeli koran Kompas, dimana
porsi gosip tentang artis hanya disediakan pada dua kolom di halaman belakang,
tetapi orang yang tidak menyukai gosip mungkin tidak tahu bahwa tabloid gosip
kesukaan anda, katakanlah acara Cek dan ricek, itu ada, ia
pikir cek dan ricek itu hanya acara di televisi, dan orang ini kemungkinan sama
sekali tidak peduli berita tentang artis di dua kolom halaman belakang Kompas.
·
Kedua, persentase
ketergantungan juga ditentukan oleh stabilitas sosial saat itu. Sebagai contoh,
bila negara dalam keadaan tidak stabil, anda akan lebih bergantung/ percaya
pada koran untuk mengetahui informasi jumlah korban bentrok fisik antara pihak
keamanan dan pengunjuk rasa, sedangkan bila keadaan negara stabil,
ketergantungan seseorang akan media bisa turun dan individu akan lebih
bergantung pada institusi - institusi negara atau masyarakat untuk informasi.
Sebagai contoh di Malaysia dan Singapura dimana penguasa memiliki pengaruh
besar atas pendapat rakyatnya, pemberitaan media membosankan karena segala
sesuatu tidak bebas untuk digali, dibahas, atau dibesar-besarkan, sehingga
masyarakat lebih mempercayai pemerintah sebagai sumber informasi mereka.
BAB
II
DESKRIPSI
KENTANG
Sejarah
Kentang
Kentang atau potato atau irish potatoes
sudah lama dikenal dan ditanam di berbagai negara. Menurut literatur, tanaman
kentang berasal dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah.
Gambar 1.1
Kentang
Di Indonesia, kentang pertama kali
ditemukan pada tahun 1794 di daerah Cisarua, Cimahi (Bandung). Jenis kentang
yang ditanam di Cisarua diduga berasal dari Amerika Serikat, yang dibawa oleh
orang-orang Eropa. Varietas kentang yang pertama kali didatangkan ke Indonesia
adalah Eigenheimer. Pada tahun 1811
kentang sudah ditanam secara luas di berbagai daerah, terutama di pegunungan
(dataran tinggi) Pacet, Lembang, Panggalengan (Jawa Barat), Wonosobo,
Tawangmangu (Jawa Tengah), Batu, Tengger (Jawa Timur), Aceh, Tanah Karo,
Padang, Bengkulu, Sumatra Selatan, Minahasa, Bali, Flores.
Dalam perkembangan selanjutnya, luas
areal tanaman kentang di Indonesia cenderung terus bertambah. Pada tahun 1969
areal kentang nasional seluas 14.770 hektar, tahun 1981 menjadi 30.278 hektar,
dan tahun 1991 mencapai 39.620 hektar. Data hasil survei pertanian produksi
tanaman sayuran di Indonesia (BPS,1991) menunjukka bahwa areal pertanaman
kentang terbesar di 22 provinsi, kecuali provinsi Riau, DKI Jakarta, Kalimantan
Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Meskipun luas areal dan produksi
kentang nasional terus meningkat, rata-rata hasil per hektar masih rendah.
Hasil rata-rata per hektar kentang di Indonesia pada tahun 1985 adalah 11,5
ton, kemudian mencapai 12,0 ton (1986), 11,5 ton (1987), 10,7 ton (1988), 13,0
ton (1989), dan 13,3 ton (1991). Potensi hasil kentang pada skala penelitian di
Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) ataupun di tingkat petani dengan
pemeliharaan intensif dapat mencapai 20 ton/ha – 30 ton/ha.[1]
Morfologi
Kentang
Dalam dunia
tumbuhan, kentang diklasifikasikan sebagai berikut.
Gambar 1.2
tanaman kentang
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Tubiflorae
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum
tuberosum L.
Kentang (Solanum tuberosum L) termasuk jenis
tanaman sayuran semusim, berumur pendek, dan berbentuk perdu atau semak.
Kentang termasuk tanaman semusim karena hanya satu kali berproduksi, setelah
itu mati.
Bagian-bagian
atau organ-organ penting tanaman kentang adalah sebagai berikut:
1. Daun
Tanaman
kentang umumnya berdaun rimbun dan letak daunnya berselang-seling mengelilingi
tanaman. Daun berbentuk oval sampai oval agak bulat dengan ujung meruncing dan
tulang-tulang daun menyirip seperti duri ikan. Warna daun hijau muda sampai
hijau tua hingga kelabu. Ukuran daun sedang dengan tangkai tidak panjang.
2. Batang
Batang
tanaman kentang berbentuk segi empat atau segi lima, tergantung pada
varietasnya. Batang tanaman tidak berkayu, namun agak keras apabila dipijat.
Batang kentang umumnya lemah sehingga mudah roboh bila kena angin kencang.
Warna batang umumnya hijau tua dengan pigmen ungu.
Batang
tanaman bercabang-cabang dan setiap cabang ditumbuhi oleh daun-daun yang
rimbun. Permukaan batang halus, pada ruas batang tempat tumbuhnya cabang
mengalami penebalan. Diameter batang kecil dengan panjang mancapai 1,2 meter.
3. Akar
Tanaman
kentang memiliki sistem perakaran tunggang dan serabut. Akar tunggang dapat
menebus tanah sampai kedalaman 45 cm, sedangkan akar serabutnya umumnya tumbuh
menyebar (menjalar) ke samping dan menembus tanah dangkal. Akar tanaman
berwarna keputih-putihan, dan halus berukuran sangat kecil. Di antara akar-akar
tersebut ada yang akan berubah bentuk dan fungsinya menjadi bakal umbi (stolon), yang selanjutnya akan menjadi
umbi kentang.
4. Bunga
Tanaman kentang ada yang berbunga dan ada yang tidak,
tergantung pada varietasnya. Warna bunga bervariasi, yakni kuning atau ungu.
Gambar 1.3
bunga tanaman kentang
Tanaman
kentang ada yang berbunga dan ada yang tidak, tergantung pada varietasnya.
Warna bunga bervariasi, yakni kuning atau ungu. Kentang varietas dasiree
berbunga ungu. Pada varietas cipanas, segunung dan cosima, bunga atau benang
sari berwarna kuning, putiknya putih. Pada tanaman kentang yang berbunga, bunga
tumbuh dari ketiak daun teratas. Jumlah tandan bunga juga bervariasi sedikit
sampai banyak. Kentang varietas cosima memiliki tandan bunga sampai 11 buah,
sedangkan varietas cipanas 7 buah. Bunga kentang berjenis kelamin dua. Bunga
kentang yang telah mengalami penyerbukan akan menghasilkan buah dan biji-biji.
Buah berbentuk buni dan di dalamnya berisi banyak biji.
5. Umbi
Umbi
terbentuk dari cabang sampai di antara akar-akar. Proses pembentukan umbi
ditandai dengan terhentinya pertumbuhan memanjang dari rhizome atau stolon yang
diikuti pembesaran sehingga rhizome membengkak. Umbi berfungsi menyimpan bahan
makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Ukuran,
bentuk, dan warna umbi kentang bermacam-macam, tergantung pada varietasnya.
Ukuran umbi bervariasi besar dan kecil. Bentuk umbi ada yang bulat, oval, agak
bulat (bulat lonjong), dan bulat panjang. Umbi kentang dapat berwarna kuning,
putih, dan merah.[2]
BAB
III
KANDUNGAN
DAN MANFAAT KENTANG
Kandungan Kimia Pada Kentang
Kandungan kimia dari kentang (Solanum
tuberosum L.) antara lain : karbohidrat 19 g, pati 15 g, serat pangan 2,2
g. Lemak 0,1 g, protein 2 g, Air 75 g .
Kandungan
Gizi Pada Kentang
Kandungan karbohidrat pada kentang mencapai sekitar 18 persen, protein 2,4
persen dan lemak 0,1 persen. Total energi yang diperoleh dari 100 gram kentang
adalah sekitar 80 kkal. Dibandingkan beras, kandungan karbohidrat, protein,
lemak, dan energi kentang lebih rendah. Namun,
jika dibandingkan dengan umbi-umbian lain seperti singkong, ubi jalar, dan
talas, komposisi gizi kentang masih relatif lebih baik. Kentang merupakan
satu-satunya jenis umbi yang kaya vitamin C, kadarnya mencapai 31 miligram per
100 gram bagian kentang yang dapat dimakan.
Umbi-umbian lainnya sangat miskin akan
vitamin C. Kebutuhan vitamin C sehari 60 mg, untuk memenuhinya cukup dengan 200
gram kentang. Kadar vitamin lain yang cukup menonjol adalah niasin dan B1
(tiamin). Dengan mengkonsumsi sebuah umbi kentang yang berukuran sedang,
sepertiga kebutuhan vitamin C (33 persen) telah tercapai. Demikian juga halnya
dengan sebagian besar kebutuhan akan vitamin B dan zat besi. Berikut ini merupakan
zat-zat yang terkandung di dalam umbi kentang.
Tabel 1. Kandungan Gizi kentang per 100 g
|
Kandungan
|
Gizi
|
Jumlah
|
|
Energi
|
83,00
|
Kal
|
|
Protein
|
2,00
|
G
|
|
Lemak
|
0,10
|
G
|
|
Karbohidrat
|
19,10
|
G
|
|
Kalsium
|
11,00
|
Mg
|
|
Fosfor
|
56,00
|
Mg
|
|
Serat
|
0,30
|
G
|
|
Besi
|
0,70
|
Mg
|
|
Vitamin A
|
0,00
|
RE
|
|
Vitamin B1
|
0,09
|
Mg
|
|
Vitamin B2
|
0,03
|
Mg
|
|
Vitamin C
|
16,00
|
Mg
|
|
Niacin
|
1,40
|
Mg
|
Sumber : Dra. Emma S. Wirakusumah,
M.Sc., 2001 (Buah dan Sayur untuk Terapi)
Dari tabel di atas sangat jelas
terlihat bahwa kentang memiliki banyak kandungan zat dan vitamin. Diantara
kandungan tersebut antara lain : Protein, Lemak, Karbohidrat, Kalsium, Kalsium,
Fosfor, Serat, Besi, Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin C dan Niacin.
Kentang memiliki banyak kandungan zat dan vitamin.
Indikasi Kentang
1.
Menambah berat badan.
Kentang kaya akan karbohidrat dan
sedikit protein. Sangat sesuai untuk mereka yang kurus dan ingin menambah bobot
tubuh
2.
Pencernaan.
Karena kaya akan karbohidrat, maka
kentang juga mudah dicerna tubuh. Makanya kentang sering digunakan sebagai
makanan bagi pasien, bayi dan mereka yang sulit mencerna tapi memerlukan energi
3.
Kesehatan kulit.
Vitamin C dan B kompleks serta mineral
seperti potassium, magnesium, fosfor
dan seng sangat baik untuk kulit. Dan semuanya ada di kentang. Secara tradisional
kentang juga sering digunakan untuk menghilangkan jerawat atau noda diwajah.
4.
Rematik.
Vitamin, kalsium dan magnesium pada
kentang dapat membantu mengurangi rematik.
5.
Peradangan.
Kentang sangat efektif untuk
penanganan radang, baik internal maupun eksternal karena sarat akan vitamin C,
potassium dan vitamin B6 .
6.
Baik bagi penderita batu ginjal
Kentang memang mengandung zat besi dan
kalsium yang juga membantu pembentukan batu ginjal. Namun, kentang sangat kaya
akan magnesium yang dapat menolak akumulasi atau deposisi kalsium dalam ginjal
dan jaringan lain sehingga kentang terbukti bermanfaat dalam mengobati batu
ginjal. Para dokter juga menyarankan penderita batu ginjal untuk melibatkan
kentang di setiap makanannya
7.
Meredakan stres
Mengandung vitamin B6, kentang sangat
bermanfaat untuk menghilangkan stres yang berasal dari pikiran.Kentang membuat
hormon adrenalin yang dapat merespon stres, hingga pada akhirnya membuat tubuh
menjadi rileks dan memberikan perasaan yang menenangkan.
8.
Fungsi otak.
Baik buruknya fungsi kinerja otak
sangat tergantung pada kadar glukosa, suplai oksigen, beberapa jenis vitamin B
kompleks, beberapa hormon, asam amino dan asam lemak omega 3. Kesemua itu bisa
didapatkan dengan mengonsumsi kentang. Umbi kentang berkhasiat sebagai obat
luka bakar, terutama pada bagian kulitnya. Selain itu, kentang dijadikan
pengganti nasi bagi penderita penyakit kencing manis (diabetes melitus). Hal
ini disebabkan kentang sebagai sumber karbohidrat dengan kalori yang rendah.
Kentang biasanya diolah menjadi perkedel, keripik
9.
Khasiat lain
Kentang
Menurut penelitian, jus kentang mentah
bisa membantu mengurangi penyakit yang menyerang sendi-sendi( arthritis),
radang otot ( rematik). Sakit yang disebabkan salah urat atau terkilir,
luka-luka kecil dan luka bakar ringan dapat dilegakan dengan cara menempelkan
irisan kentang pada luka atau nyeri yang dirasakan selama 15 menit atau lebih.
Saos kentang yang digunakan untuk saos
salad, dipercaya bisa mengurangi luka, mengurangi rasa sakit, serta pencemaran
bakteri. Parutan kentang yang ditempelkan pada kelopak mata, mampu
menghilangkan noda hitam pada mata (dark
circles) dan sekitarnya dicampur bersama krim, bisa memperlambat kerut dimuka.
Kentang
telah menjadi sahabat semua orang, yang sedang mengatur pola makan.Sehingga
kentang bisa menjadi menu alternative untuk diet, sebab kentang dipercaya kaya
karbohidrta pengganti nasi bagi Anda yang kini sedang menjalankan diet.
Vitamin C nya juga terkenal pereda
gangguan penyakit yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang. Anda yang
menderita kutil, segera oleskan potongan segar kentang mentah pada kutil.
Kentang
sangat cocok bagi Anda yang memiliki penyakit maag atau sering mengalami sakit
karena kelebihan asam lambung.Sebab dalam kentang terkandung atropine yang
dapat emmbantu mengurangi asam lambung dan mengurangi sakit pada lambung.
Biasanya zat lysine tidak terdapat
pada nabati, tetapi didalam kentang terdapat lysine yang sangat penting dalam
pertumbuhan badan dan otak. Dengan
kentang kita dapat mengkonsumsi Vitamin C secara mudah, karena vitamin C didalam kentang tidak
hilang setelah dimasak
karena dikelilingi oleh sari pati. Walaupun
kalorinya cukup rendah, kentang dapat menyebabkan kegemukan Karena adanya
Glycemic Index.
10. Khasiat Kulit
Kentang
Kulit
kentang menyimpan banyak nutrisi dan juga mengandung banyak serat, yang sangat
penting untuk diet yang sehat.Membiarkan kulit pada kentang juga membantu
menjaga nutrisi dalam daging dari kentang, yang memiliki kecenderungan untuk
melarikan diri selama memasak.Berdasarkan pada tahun 2000 kalori diet, kentang
panggang yang besar, termasuk kulit, memiliki 278 kalori.Hanya 3 dari kalori
dari lemak.Kentang panggang mengandung hanya 1% dari tunjangan lemak dianggap
sebagai bagian dari diet yang sehat, dengan 0% dari ini menjadi lemak jenuh.
Uraian Tentang Pati
Starch (pati)
atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, serbuk
putih, tidak berasa dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang
dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk
fotosintesis) dalam jangka panjang.
Tanaman
kentang adalah salah satu tanaman budidaya tetraploid (2n = 4x = 40). Asalnya
dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan oleh penduduk di sana sejak ribuan
tahun silam. Tanaman ini merupakan herba (tanaman pendek tidak berkayu) semusim
dan menyukai iklim yang sejuk. Di daerah tropis cocok ditanam di dataran
tinggi.
Kentang membentuk tuber di bawah permukaan tanah dan menjadi sarana perbanyakan
secara vegetatif. Dalam budidaya kentang, praktis perbanyakan dilakukan melalui
moda ini, sehingga keragaman kentang di ladang sangatlah rendah dan membuatnya
rentan terhadap gangguan dari hama atau penyakit.
Manfaat
Tanaman
Melihat kandungan gizinya, kentang merupakan sumber utama karbohidrat. Kentang
menjadi makanan pokok di banyak negara barat. Zat-zat gizi yang terkandung
dalam 100 gram bahan adalah kalori 347 kal, protein 0,3 gram, lemak 0,1 gram,
karbohidrat 85,6 gram, kalsium (Ca) 20 gram, fosfor (P) 30 mg, besi (Fe) 0,5 mg
dan vitamin B 0,04 mg.
KENTANG ATAU NASI?
Kentang
atau pun nasi, keduanya sama-sama mengandung karbohidrat yang sangat dibutuhkan
oleh tubuh, tinggal kita yang memutuskan akan mengkomsumsi yang mana. Faktanya
sekarang ini adalah orang Indonesia umumnya atau bias dikatakan seluruhnya
mengkomsumsi nasi sebagai makanan pokoknya, sedangakan kentang sendiri lebih
banyak dijadikan makanan pokok oleh masyarakat belahan barat.
Jika kita ingin mengetahui mana yang
lebih sehat, mengonsumsi kentang atau nasi, berikut ini ulasannya seperti
dilansir oleh laman Boldsky:
Alasan mengapa nasi sehat:
-
Nasi, terutama nasi beras coklat
lebih sehat karena memiliki protein lebih banyak ketimbang kentang. Kentang
mengandung banyak karbohidrat yang sehat, tapi proteinnya sangat kecil.
-
Nasi dan kentang keduanya mengandung
pati. Tapi, pati pada nasi bisa dikurangi dengan merendamnya dalam air saat
dimasak. Kentang sendiri tetap mengandung pati bahkan setelah direbus.
-
Nasi mengandung nutrisi penting
seperti tiamin dan niacin, yang bisa meningkatkan level metabolisme dan
berkontribusi menjaga jantung tetap sehat.
-
Nasi itu lebih sehat karena
mengandung vitamin B12 yang sangat penting untuk fungsi sistem saraf.
-
Indeks glikemik nasi lebih rendah
daripada kentang.
-
Nasi mengandung mineral mangan yang
berfungsi sebagai kofaktor yang membantu beragam fungsi tubuh.
Alasan mengapa kentang sehat:
-
Kentang memiliki lebih banyak
variasi nutrisi dibandingkan nasi.
-
Kulit kentang sangat sehat dan tidak
mengandung lemak atau pati sama sekali.
-
Kentang memiliki serat lebih banyak
daripada nasi putih terutama kulit kentang yang penuh dengan karbohidrat yang
sehat.
-
Kentang juga mengandung sejumlah
vitamin C yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
-
Kentang kaya akan vitamin B6 yang
sangat baik membantu metabolisme tubuh.
-
Kalium hadir dalam kentang yang
bermanfaat membuat sel-sel tubuh dan jantung bekerja dengan baik.
-
Kentang memiliki kalori lebih
sedikit daripada nasi.
JADI, NASI ATAU
KENTANG?
Jawabannya tergantung pada selera
dan persepsi masing-masing orang, Jadi, kedua makanan ini sebenarnya sehat dan
menghasilkan kalori yang dibutuhkan tubuh.Juga mempunyai indeks glikemik yang
cukup tinggi.
Dilihat dari kandungan gizinya,
kentang sedikit lebih unggul dari pada nasi, berikut perbandingan nilai gizi
kentang dengan nasi per 100 gramnya:
|
|
Kentang
|
Nasi
|
|
Energi
|
93 Kcal
|
130 Kcal
|
|
Karbohidrat
|
21 g
|
28,6 g
|
|
Vitamin C
|
9,6 mg
|
0 mg
|
|
Folat
|
28 mcg
|
58 mcg
|
|
Kalsium
|
15 mg
|
3 mg
|
|
Zat besi
|
1,1 mg
|
1,5 mg
|
BAB
IV
SYARAT
TUMBUH
Iklim
Daerah
dengan curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun sangat sesuai untuk membudidayakan
kentang. Daerah yang sering mengalami angin kencang tidak cocok untuk budidaya
kentang.
Lama
penyinaran yang diperlukan tanaman kentang untuk kegiatan fotosintesis adalah
9-10 jam/hari. Lama penyinaran juga berpengaruh terhadap waktu dan masa
perkembangan umbi.
Suhu
optimal untuk pertumbuhan adalah 18-21 derajat C. Pertumbuhan umbi akan
terhambat apabila suhu tanah kurang dari 10 derajat C dan lebih dari 30 derajat
C.
Kelembaban yang sesuai untuk tanaman kentang adalah 80-90%. Kelembaban yang
terlalu tinggi akan menyebabkan tanaman mudah terserang hama dan penyakit,
terutama yang disebabkan oleh cendawan.
Media
Tanam
Secara fisik, tanah yang baik untuk bercocok tanaman kentang adalah yang
berstruktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik
dan memiliki lapisan olah yang dalam. Sifat fisik tanah yang baik akan menjamin
ketersediaan oksigen di dalam tanah.
Tanah yang memiliki sifat ini adalah tanah Andosol yang terbentuk di
pegunungan-pegunungan. Keadaan pH tanah yang sesuai untuk tanaman kentang
bervariasi antara 5,0-7,0 tergantung varietasnya. Untuk produksi yang baik pH
yang rendah tidak cocok ditanami kentang. Pengapuran mutlak diberikan pada
tanah yang memiliki nilai pH sekitar 7.
Ketinggian
Tempat
Daerah yang cocok untuk menanam kentang adalah dataran tinggi/daerah
pegunungan, dengan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl. Ketinggian idealnya
berkisar antara 1000-1300 m dpl. Beberapa varitas kentang dapat ditanam di
dataran menengah (300-700 m dpl).
BAB
V
BUDIDAYA
TANAMAN KENTANG
Pembibitan
Bibit Tanaman kentang dapat berasal dari umbi, perbanyakan melalui stek batang
dan stek tunas daun.
Umbi
Tunas
yang baru tumbuh dari umbi kentang
Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram. Pilih umbi yang
cukup tua antara 150-180 hari, umur tergantung varietas, tidak cacat, umbi
baik, varitas unggul.
Umbi disimpan di dalam rak/peti di gudang dengan sirkulasi udara yang baik (kelembaban
80-95%). Lama penyimpanan 6-7 bulan pada suhu rendah dan 5-6 bulan pada suhu 25
°C
Pilih umbi dengan ukuran sedang,
memiliki 3-5 mata tunas.
Gunakan umbi yang akan digunakan sebagai bibit hanya sampai generasi keempat
saja. Setelah bertunas sekitar 2 cm, umbi siap ditanam. Bila bibit diusahakan
dengan membeli, (usahakan bibit yang kita beli bersertifikat), berat antara
30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa dan dengan
pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas
yang ada. Sebelum tanam umbi yang dibelah harus direndam dulu di dalam larutan
Dithane M-45 selama 5-10 menit. Walaupun pembelahan menghemat bibit, tetapi
bibit yang dibelah menghasilkan umbi yang lebih sedikit daripada yang tidak dibelah.
Hal tersebut harus diperhitungkan secara ekonomis. Stek Batang dan stek tunas,
cara ini tidak biasa dilakukan karena lebih rumit dan memakan waktu lebih lama.
Bahan tanaman yang akan diambil stek batang/tunasnya harus ditanam di dalam
pot. Pengambilan stek baru dapat dilakukan jika tanaman telah berumur 1-1,5
bulan dengan tinggi 25-30 cm. Stek disemaikan di persemaian. Apabila bibit
menggunakan hasil stek batang atau tunas daun, ambil dari tanaman yang sehat
dan baik pertumbuhannya.
Pengolahan
Media Tanam
Lahan dibajak sedalam 30-40 cm sampai benar-benar gembur supaya perkembangan
akar dan pembesaran umbi berlangsung optimal. Kemudian tanah dibiarkan selama 2
minggu sebelum dibuat bedengan. Pada lahan datar, sebaiknya dibuat bedengan
memanjang ke arah Barat-Timur agar memperoleh sinar matahari secara optimal,
sedang pada lahan berbukit arah bedengan dibuat tegak lurus kimiringan tanah
untuk mencegah erosi. Lebar bedengan 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur
tanaman), tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 cm. Lebar dan jarak antar
bedengan dapat diubah sesuai dengan varietas kentang yang ditanam. Di
sekeliling petak bedengan dibuat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar
50 cm.
Teknik
Penanaman
1) Pemupukan
Dasar
a. Pupuk
dasar organik berupa kotoran ayam 10 ton/ha, kotoran kambing sebanyak 15 ton/ha
atau kotoran sapi 20 ton/ha diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih
seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang
tanam.
b. Pupuk
anorganik berupa SP-36=400kg/ha.
2) Cara
Penanaman
Bibit yang diperlukan jika memakai
jarak tanam 70 x 30 cm adalah 1.300-1.700 kg/ha dengan anggapan umbi bibit
berbobot sekitar 30-45 gram. Jarak tanaman tergantung varietas. Dimanat dan LCB
80 x 40 sedangkan varietas lain 70 x 30 cm.
Waktu tanam yang tepat adalah
diakhir musim hujan pada bulan April-Juni, jika lahan memiliki irigasi yang
baik/sumber air kentang dapat ditanam dimusim kemarau. Jangan menanam dimusim
hujan. Penanaman dilakukan dipagi/sore hari. Lubang tanam dibuat dengan
kedalaman 8-10 cm.
Bibit dimasukkan ke lubang tanam,
ditimbun dengan tanah dan tekan tanah di sekitar umbi. Bibit akan tumbuh
sekitar 10-14 hst. Mulsa jerami perlu dihamparkan di bedengan jika kentang
ditanam di dataran medium.
Pemeliharaan
Tanaman
1) Penyulaman
Untuk mengganti tanaman yang kurang
baik, maka dilakukan penyulaman. Penyulaman dapat dilakukan setelah tanaman
berumur 15 hari. Bibit sulaman merupakan bibit cadangan yang telah disiapkan
bersamaan dengan bibit produksi. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut
tanaman yang mati/kurang baik tumbuhnya dan ganti dengan tanaman baru pada
lubang yang sama.
2) Penyiangan
Lakukan penyiangan secara kontinyu
dan sebaiknya dilakukan 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan
penggemburan. Jadi penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman.
Penyiangan harus dilakukan pada fase kritis yaitu vegetatif awal dan
pembentukan umbi.
3) Pemangkasan
Bunga
Pada varietas kentang yang berbunga
sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena
terjadi perebutan unsur hara untuk pembentukan umbi dan pembungaan.
4) Pemupukan
Selain pupuk organik, maka pemberian
pupuk anorganik juga sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk yang biasa
diberikan Urea dengan dosis 330 kg/ha, TSP dengan dosis 400 kg/ha sedangkan KCl
200 kg/ha. Secara keseluruhan pemberian pupuk organik dan anorganik adalah
sebagai berikut:
Pupuk kandang : saat tanam
15.000-20.000 kg.
Pupuk anorganik
Urea/ZA : 21 hari setelah tanam
165/350 kg dan 45 hari setelah tanam 165/365 kg; SP-36 : saat tanam 400 kg.
KCl : 21 hari setelah tanam 100 kg dan 45 hari setelah tanam 100 kg; Pupuk
cair: 7-10 hari sekali dengan dosis sesuai anjuran. Pupuk anorganik diberikan
ke dalam lubang pada jarak 10 cm dari batang tanaman kentang.
5) Pengairan
Tanaman kentang sangat peka terhadap kekurangan air. Pengairan harus dilakukan secara rutin tetapi tidak berlebihan.
Pemberian air yang cukup membantu menstabilkan kelembaban tanah sebagai pelarut
pupuk. Selang waktu 7 hari sekali secara rutin sudah cukup untuk tanaman
kentang. Pengairan dilakukan dengan cara disiram dengan gembor/embrat/dengan
mengairi
Hama
dan Penyakit
1) Hama
a.
Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat menyerang daun dengan
memakan bagian epidermis dan jaringan hingga habis daunnya. Pengendalian: (1)
mekanis dengan memangkas daun yang telah ditempeli telur; (2) kimia dengan
Azordin, Diazinon 60 EC, Sumithion 50 EC.
b.
Kutu daun (Aphis Sp)
Gejala: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat
menularkan virus bagi tanaman kedelai. Pengendalian: dengan cara memotong dan
membakar daun yang terinfeksi, menyemprotkan Roxion 40 EC, Dicarzol 25 SP.
c.
Orong-orong
(Gryllotalpa Sp)
Gejala:
menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman
menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian: menggunakan tepung Sevin
85 S yang dicampur dengan pupuk kandang.
d. Hama
penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael)
Gejala: pada
daun yang berwarna merah tua dan terlihat adanya jalinan seperti benang yang
berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila
dibelah, akan terlihat adanya lubang-lubang karena sebagian umbi telah dimakan.
Pengendalian: secara kimia menggunakan Selecron 500 EC, Ekalux 25 EC, Orthene
&5 SP, Lammnate L.
e. Hama
thrips ( Thrips tabaci )
Gejala: pada daun terdapat
bercak-bercak berwarna putih, selanjutnya berubah menjadi abu-abu perak dan
kemudian mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih muda.
Pengendalian: (1) secara mekanis dengan cara memangkas bagian daun yang
terserang; (2) secara kimia menggunakan Basudin 60 EC, Mitac 200 EC, Diazenon,
Bayrusil 25 EC atau Dicarzol 25 SP.
2) Penyakit
a. Penyakit
busuk daun
Penyebab: jamur Phytopthora
infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak
basah, lalu bercak-bercak ini akan berkembang dan warnanya berubah menjadi
coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan sporangium.
Selanjutnya daun akan membusuk dan mati. Pengendalian: menggunakan Antracol 70
WP, Dithane M-45, Brestan 60, Polyram 80 WP, Velimek 80 WP dan lain-lain.
b. Penyakit
layu bakteri
Penyebab: bakteri Pseudomonas
solanacearum. Gejala: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua,
daun bagian bawah menguning. Pengendalian: dengan cara menjaga sanitasi kebun,
pergiliran tanaman. Pemberantasan secara kimia dapat menggunkan bakterisida,
Agrimycin atu Agrept 25 WP.
c. Penyakit
busuk umbi
Penyebab: jamur Colleotrichum
coccodes. Gejala: daun menguning dan menggulung, lalu layu dan kering. Pada
bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat.
Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian: dengan cara
pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik.
d. Penyakit
fusarium
Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: infeksi pada umbi menyebabkan busuk umbi
yang menyebabkan tanaman layu.
Penyakit ini juga menyerang kentang
di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan
nematoda/faktor mekanis. Pengendalian: dengan menghindari terjadinya luka pada
saat penyiangan dan pendangiran. Pengendalian kimia dengan Benlate.
e. Penyakit
bercak kering (Early Blight)
Penyebab: jamur Alternaria solani.
Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang biak di daerah kering. Gejala:
daun terinfeksi berbercak kecil yang tersebar tidak teratur, berwarna coklat
tua, lalu meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap tidak
beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian: dengan pergiliran tanaman.
f. Penyakit
karena virus
Virus yang menyerang adalah: (1)
Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung; (2) Potato Virus X
(PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun; (3) Potato Virus Y (PVY) menyebabkan
mosaik atau nekrosis lokal; (4) Potato Virus A (PVA) menyebabkan mosaik lunak;
(5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik menggulung; (6) Potato Virus S
(PVS) menyebabkan mosaik lemas. Gejala: akibat serangan, tanaman tumbuh kerdil,
lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak menghasilkan sama sekali; daun
menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan
pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang
Epilachna dan Coccinella dan nematoda. Pengendalian: tidak ada pestisida untuk
mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan menanam bibit
bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan membakar tanaman sakit,
memberantas vektor dan pergiliran tanaman.
BAB
VI
PANEN
& PASCAPANEN
Ciri dan Umur Panen
Umur panen pada
tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman. Pada
varietas kentang genjah, umur panennya 90-120 hari; varietas medium 120-150
hari; dan varietas dalam 150-180 hari.
Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen apabila daunnya telah berwarna
kekuning-kuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah
berwarna kekuningan dan agak mengering. Selain itu tanaman yang siap panen
kulit umbi akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas
bila digosok dengan jari.
Cara
Panen
Waktu memanen sangat dianjurkan dilakukan pada waktu sore hari/pagi hari dan
dilakukan pada saat hari cerah. Cara memanen yang baik adalah sebagai berikut:
cangkul tanah disekitar umbi kemudian angkat umbi dengan hati hati dengan
menggunakan garpu tanah. Setelah itu kumpulkan umbi ditempat yang teduh.
Hindari kerusakan mekanis waktu panen.
Prakiraan Produksi
|
a) Granola/Atlantis
|
produksi
|
:
|
35-40 ton/ha.
|
|
b) Red
Pontiac
|
produksi
|
:
|
15 ton/ha.
|
|
c) Desiree
|
produksi
|
:
|
18 ton/ha.
|
|
d) DTO
|
produksi
|
:
|
20 ton/ha.
|
|
e) Klon
no. 17
|
Produksi
|
:
|
30-40 ton/ha.
|
|
f) Klon
no. 08
|
Produksi
|
:
|
25-30 ton/ha.
|
Pascapanen
a. Penyortiran
dan Pengolongan
Umbi yang baik dan sehat dipisahkan
dengan umbi yang cacat dan terkena penyakit. Kegiatan ini akan mencegah
penularan penyakit kepada umbi yang sehat. Kentang di sortir berdasarkan ukuran
umbi (tergantung varitas).
b. Penyimpanan
Simpan umbi kentang dalam rak-rak
yang tersusun rapi, sebaiknya ruangan tempat penyimpanan dibersihkan dan
disterilisasi dahulu agar terbebas dari bakteri. Simpan di tempat yang tertutup
dan berventilasi.
c. Pengemasan
dan Pengangkutan
Alat pengemas harus bersih dan
terbuat dari bahan yang ringan. Pengemas harus berventilasi dan di bagian dasar
dan tepi diberi bahan yang mengurangi benturan selama pengangkutan.
d. Pembersihan
Petani konvensional hampir tidak
pernah membersihkan umbi. Untuk memasarkan kentang di pasar swalayan/ke luar
negeri, kentang harus dibersihkan terlebih dulu. Bersihkan umbi dari segala
kotoran yang menempel dengan lap. Lakukan perlahan-lahan jangan sampai
menimbulkan lecet-lecet. Selain itu umbi dapat dibersihkan dengan cara dicuci
di air mengalir yang tidak terlalu deras kemudian dikeringanginkan. Umbi yang bersih
akan memperpanjang keawetan umbi selain itu juga akan menarik konsumen
BAB
VII
VARIETAS
KENTANG
1)
Kentang kuning
a. Granola
Jenis ini merupakan varietas unggul,
karena produktivitasnya bisa mencapai 30 – 35 ton per hektar. Granola juga
tahan terhadap penyakit kentang pada umumnya. Bila varietas lain kerusakan
akibat penyakit bisa 30%, granola hanya 10%.
Umur panen normal adalah 90 hari,
meskipun 80 hari sudah bisa dipanen. Warna kulit dan daging
umbi kuning dan bentuknya relatif lonjong alias oval
b. Cipanas
Merupakan varietas hasil persilangan
Thung 1510 dengan Desiree. Kulit umbi dan daging umbi berwarna kuning. Mampu
berproduksi sampai 34 ton per hektar. Namun, varietas ini agak peka terhadap
Nematoda Meloidogyne Sp dan serangan layu bakteri pseudomonas
Solanacearum.Namun tahan terhadap penyakit busuk oleh cendawan phytophthora
infestans (late blight, hawar daun). Umur panen 95 – 105 hari jadi lebih lama
dibandingkan granola.
c. Cosima
Varietas ini introduksi dari Jerman,
agak tahan terhadap penyakit Phytophthora infestans dan layu bakteri
Pseudomonas Solanacearum, sedikit peka terhadap virus daun menggulung, Serta
cukup tahan terhadap Nematoda Meloidogyne Sp. Di Pengalengan dan Lembang (Jawa
Barat) Cosima lebih tahan hujan dibandingkan dengan
Catella. Umur panennya 101 hari.Daya hasilnya antara 15 – 25 ton. Umbinya agak
berpipih, kurang seragam, mata agak dalam, umbinya enak dan pulen, tetapi
kurang baik untuk digoreng.
d. Segunung
Merupakan varietas hasil persilangan
kentang Thung 151 C dan desiree. Umbi berbentuk bulat lonjong. Kulit dan daging
umbi kuning. Potensi hasilnya bisa mencapai 25 ton / hektar.Sangat baik ditanam
di
daerah berdataran tinggi. Tanaman cukup tahan terhadap penyakit busuk daun atau
nawar daun atau late blight.
e.
Thung
Umbi berbentuk bulat gepeng.Kulitnya
berwarna kuning. Dagingnya putih kekuning-kuningan.
Bobot rata-rata 55,5 gram dan
mempunyai keseragaman umbi. Tanaman peka terhadap penyakit dan hama
f.
Catella
Termasuk kentang yang umurnya genjah
(pendek). Seperti granola dimana umur 100 hari sudah bisa di panen. Umbinya
bulat, daging umbi kuning. Kandungan patinya sedang. Namun, tanaman ini tidak
tahan penyakit busuk daun.
g.
Agria
Kentang introduksi dari Belanda.
Umbinya besar seperti umbi ketelah rambat.Kuning umbi kuning, daging umbi
kuning tua. Tanaman tahan penyakit virus PUY, penyakit busuk daun dan umbi juga
tanam serangan nematoda serta keropeng. Varietas agria direkomentasikan sebagai
varietas yang cocok untuk keripik dan kentang goring.
2) Kentang
putih
a. Marita
Umbi
berbentuk bulat gepeng, seragam dan bobot tanaman ratanya 43,3 gram. Varietas
yang ditanam di lembang dan Cianjur cukup tanam penyakit.Umbinya terasa enak
dan warna daging umbi putih kekuning-kuningan.
b. Diamant
Produktivitasnya
tergolong tinggi.Bentuk umbi oval sampai oval memanjang.Kulit umbi berwarna
putih, daging umbi putih kekuning-kuningan.Tanaman tahan penyakit busuk daun.
Kulit umbi dan penyakit virus A. Selain itu, tahan juga terhaap nematoda
biotipe A.
3) Kentang
merah
a. Desiree
Merupakan
hasil persilangan kentang Urgenta dan Depesche. Umur panennya 100 hari,
produktivitasnya tinggi.
Bentuk
umbi oval bulat sampai oval, kulit umbi berwarna merah, daging umbi kuning
kemerahan. Tanaman peka terhadap penyakit busuk daun, penyakit layu dan
penyakit virus PLRV (daun menggulung).
b. Kondor
Varietas
yang diintorduksi dari Belanda.Umbinya besar mirip ubi jalar.Kulit umbi merah
tetapi daging umbi kuning terang.Bentuk umbi oval atau lonjong.Produksinya
tinggi, tahan penyakit virus PVY Penggulung daun, penyakit busuk daun dan
penyakit umbi.
4) Kentang
varietas lain
a. Draga
Umbi
berbentuk bulat gepeng, seragam dan warna dagingnya seperti marifa, (putih
kekuning-kuningan). Bobot umbi rata-rata 71,4 gram. Tahan penyakit tetapi peka
serangan hama.
b. Cardinal
dan Premiere
Cardinal
memiliki produksi yang lebih rendah disbanding premiere, tapi memiliki kadar
gula yang tinggi.
c. Alpha
Varietas
hasil persilangan antara varietas Paulkruger dan Preferent.
d. Kentang
Industri
Kentang
ini berkadar pati tinggi contohnya :
- Atlante,
Frying Potatos
- Pinky,
Pink Skin Golden Potatos
- Dawmore
- Kentang
Panjang
- Kentang
Bulat.
Adanya pengelompokan
tersebut memudahkan dalam mendeskripsikan macam-macam kentang yang ada.Walaupun
demikian, masih tetap sulit untuk mendeskripsikan semua varietas kentang yang
ada di Indonesia.Di bawah ini diuraikan beberapa varietas yang sempat diamati
para peneliti.
a. Alpha
Tanamannya berbatang kuat – sedang,
daunnya rimbun, bunganya berwarna ungu, dan bisa berbuah.Sangat peka terhadap
penyakit Phytophtora infestans dan
virus daun menggulung.Namun, tanaman ini tahan terhadap penyakit kutil.
b. Catella
Varietas ini berbatang kecil, agak
lemah, dan berdaun rimbun.Bunganya putih dan sulit berbuah.Tanaman ini peka
sekali terhadap penyakit Phytophtora
infestans.Di daerah Pengalengan dan Lembang (Jawa Barat), catella tidak
tahan pada musim hujan (iklim basah).
c. Cosima
Batangnya besar, agak kuat, dan daunnya
rimbun.Bunganya berwarna ungu dan tidak pernah berbuah.Tanaman agak tahan
terhadap penyakit Phytophtora infestans,
dan agak peka terhadap virus daun menggulung.Di daerah Pengalengan dan Lembang
(Jawa Barat), cosima lebih tahan hujan (iklim basah) dibandingkan dengan
catella.
d. Dasiree
Varietas ini berbatang besar, kuat,
berwarna kemerah-merahan; berdaun agak rimbun; berbunga ungu; dan mudah
berbuah.Tanaman peka terhadap penyakit Phytophora
infestans, penyakit layu, dan virus daun menggulung, tetapi tahan penyakit
kulit.
e. Granola
Dari data yang berhasil dikumpulkan,
jenis ini merupakan varietas unggul karena produktivitasnya bisa mencapai 30 ton per hektar.
Dari jumlah ini, 20 ton berkualitas baik
(AB), 5 ton kualitas sedang (C), 4 ton kualitas TO (campur), dan 1 ton kualitas
rindil.
f. French fries
Umbi varietas ini ada yang memanjang dan
ada pula yang membulat.Umbi yang memanjang lebih cocok untuk pelengkap masakan
ayam goreng (fast food), sedangkan
yang membulat sangat tepat untuk kripik.
BAB VIII
PROSPEK AGRIBISNIS TANAMAN
KENTANG
Seperti
yang kita ketahui kentang adalah salah satu bahan makanan yang banyak digunakan
dan bisa dijadikan berbagai varian makanan, untuk rumah tangga, restaurant,
cafe, dan lain sebagainya. Analisa usaha kentang ini dapat menjadi referensi
untuk yang ingin memulai usaha sendiri.
Di pasaran kentang juga memiliki rating yang bagus dan prospek yang
menjanjikan, pasalnya daya beli masyarakat dan perusahaan begitu tinggi, karena
memang kentang bisa di jadikan bahan baku segala jenis makanan pokok maupun
makanan ringan. Jadi tidak ada salahnya kalau kita mulai usaha budidaya kentang
sekarang dan berikut analisa usaha nya :
1.
Asumsi
a. Lahan yang digunakan seluas 5.000 m² dengan
sistem sewa Rp 700.000/bulan.
b. Periode perhitungan analisis usaha dilakukan
setiap lima bulan.
c. Pendapatan dalam satu periode di asumsikan
berdasarkan penjualan produksi atau panen kentang dan penjualan bibit kentang.
Panen kentang dalam satu periode sebanyak 13.000 kg dengan harga jual Rp
4.500/kg. Sementara itu, bibit kentang yang dapat terjual sebanyak 2.000 kg
dengan asumsi harga jual Rp 9.000/kg.
2.
Perhitungan
Biaya
a. Biaya Invetasi
b. Biaya
Tetap
c.
Biaya Variabel
Total biaya operasional per periode
|
Total biaya operasional
|
=
|
Total
biaya tetap + total biaya variabel
|
|
|
=
|
Rp
4.183.681 + Rp 39.001.900
|
|
|
=
|
Rp
43.185.581
|
Keterangan:
HKP = Hari Kerja Pria (8jam sehari)
d. Pendapatan Dan
Keuntungan
Pendapatan per periode
|
Pendapatan
|
=
|
Jumlah terjual x
harga kentang
|
|
Pendapatan (hasil
penjualan panen)
|
=
|
13.000 kg x Rp
4.500/kg
|
|
|
=
|
Rp 58.500.000
|
|
Pendapatan (hasil
bibit kentang)
|
=
|
2.000 kg x Rp
9.000/kg
|
|
|
=
|
Rp 18.000.000
|
|
|
|
|
|
Total pendapatan
|
=
|
Rp.58.500.000 +
Rp.18.000.000
|
|
|
=
|
Rp 76.500.000
|
Keuntungan
per periode
|
Keuntungan
|
=
|
Pendapatan - Total
biaya operasional
|
|
|
=
|
Rp 76.500.000 - Rp
43.185.581
|
|
|
|
Rp 33.314.419
|
e. Kelayakan Usaha
R/C
Rasio
|
Rasio R/C
|
=
|
Pendapatan - Total
biaya operasional
|
|
|
=
|
Rp 76.500.000 - Rp
43.185.581
|
|
|
=
|
1,77 (tidak sesuai rumus dg hasil)
|
R/C
lebih dari satu artinya usaha budidaya kentang layak dijalankan. R/C 1,77
artinya setiap penambahan modal sebesar Rp 1 akan memberikan pendapatan sebesar
Rp 1,77.
Pay
back period
|
Pay back period
|
=
|
(Total biaya
investasi : keuntungan) x 1 bulan
|
|
|
=
|
(Rp 2.245.000 : Rp
33.314.419) x 1 bulan
|
|
|
=
|
0,06 bulan
|
Artinya,
titik balik modal usaha budidaya kentang dapat dicapai kurang dari satu bulan
(0,06 bulan)
Di
awal krisis ekonomi harga komoditi kentang meningkat sampai lebih dari dua
kalinya.Saat ini ketika harga komoditi hortikultur lainnya seperti bawang daun
dan cabe menurun drastis, harga kentang di pasaran relatif masih sangat baik.
Kentang
adalah salah satu komoditi hortikultura yang harganya relatif stabil dan tidak
terlalu tergantung musim. Harga yang stabil ini lebih menjamin masa depan
agribisnis kentang daripada komoditi hortikultura lainnya.
Walaupun
Indonesia sudah mengekspor kentang ke Malaysia melalui Brastagi, peluang ekspor
ke negara lainnya harus diambil.
BAB IX
PENUTUP
Kesimpulan
Sebagai
salah satu tanaman pangan, kentang mengandung gizi dan karbohidrat yang tinggi,
sehingga dapat dikomsumsi sebagai makanan pokok pengganti beras.Namun
pembudidayaan kentang di Indonesia masih kurang, oleh karena itu buku ini akan
membahas dan mengupas seluk beluk serta cara pembudidayaan kentang sehingga
bisa memaksimalkan manfaatnya baik dari segi kesehatan, ekonomi maupun prospek
agribisnisnya sendiri.
Saran
Diharapkan kepada pemerintah, petani
pengelola kentang serta pihak yang berkepentigan dalam pengembangan tanaman kentang
terhadap jenis molat secara intensif maupun ekstensif guna memenuhi cadangan
pangan serta untuk komersialisasi kentang di masa mendatang.
DAFTAR PUSTAKA
Bonus
Trubus. 1998. Analisis Komoditas Kebal Resesi.Kanisius:Yogyakarta
Samadi,
Budi. 1997. Usaha Tani Kentang.
Kanisius:Yogyakarta.
Hartus,T.2001.Usaha
Pembibitan Kentang Bebas Virus.Penebar Jakarta.136 hal
Setiadi.2009.Budidaya
Kentang .Penebar Swadaya.Jakarta
Setiai dan
Nurulhuda,S.I.1998.Kentang.Penebar Swadaya.Jakarta 70 hal
BIOGRAFI PENULIS
Nama : Eka
Krisdiana Fitri
TTL : Karanganyar,14
Maret 1995
Alamat:
Jln.Abu Kasan RT/RW
001/001
Prayungan Paju
Ponorogo
Motto : Meningkatkan kualitas
diri,berbagi ilmu kepada semua orang agar ilmu saya
dapat berkembang serta dapat belajar lebih dalam lagi mengenai banyak hal baru.
Penulis
merupakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan Strata 1 program studi
Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya angkatan 2013. Penulis
merupakan anak Pertama
dari dua bersaudara dari pasangan
yang berbahagia Ayahanda Paiman
dan Ibunda Nuryati.
Penulis yang hobi berbisnis,melukis(corat-coret) dan menulis membuat karangan sebuah
karangan buku guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar Komunikasi dapat
menyelesaikan sebuah buku pertamanya dengan judul “Penerapan Teori Sandra Ball-Rokeach pada Komoditas Kentang”.
Penulis berharap dengan terselesaikannya buku ini penulis dapat memunculkan
karya-karya lainnya yang lebih baik dan dapat mengguncang setiap orang yang
membaca karyanya. Penulis memiliki cita-cita yaitu menjadi seorang entrepreneur
muda dan ingin menjadi seorang penulis
serta ingin membuat sebuah buku tentang pengalaman hidupnya yang akan
memotivasi setiap individu muda yang membacanya. Buku ini merupakan sebuah
permulaan dari buku spektakuler yang akan penulis kembangkan dikemudian hari.
Penulis berharap buku ini dapat memberikan manfaat bagi semua kalangan yang
membacanya.